Gantung Diri Ke-17, Momok Bunuh Diri yang Belum Teratasi

1664
Disclaimer: Artikel ini bukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan bunuh diri. Jika mengalami tanda-tanda depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk mengakhiri hidup, sebaiknya segera melakukan konsultasi ke psikolog, psikiater, atau pihak-pihak terkait.

 

WONOSARI – RABU PAHING |Gantung Diri (Gandir) di Kabupaten Gunungkidul, tetap menjadi momok bunuh diri yang belum dapat diatasi. Hingga saat ini, tercatat 17 (tujuh belas) kali nyawa warga Gunungkidul melayang dalam jeratan tali di leher.

Kali ini seorang lansia inisial P (77) warga Pedukuhan Sumbermulyo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul menambah daftar panjang pelaku Gandir di Gunungkidul, Rabu (17-09-2025) pukul 04.16 WIB.

Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo menjelaskan, seorang laki-laki pelaku gantung diri tersebut ditemukan pertama kali oleh istrinya.

P diketahui gantung diri, pada sekitar pukul 03.00 WIB, awalnya istri pelaku tidak menemukan suaminya berada di dalam kamar.

Satu jam kemudian, istri pelaku melihat P menggantung di pohon rambutan yang terletak disebelah Selatan rumahnya.

Mendapati hal tersebut, istri pelaku langsung histeris dan disusul warga yang mendengar teriakan.

“Kondisinya sudah meninggal dunia. P menggantung menggunakan kain sarung.” jelas Edi Purnomo.

Edi menambahkan, setelah dilakukan pemerikasaan terhadap jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. P dinyatakan meninggal dunia karena gantung diri.

“Pelaku menderita penyakit kulit menahun dan diperkirakan putus asa.” tutup Edi.

Penulis: Agus SW
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaDcLx896H4QJGQ1ZS0v



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.