WONOSARI, (Rabu Wage) – Merasa aspirasinya tidak terwakili (terwadahi) sebagian generasi milenial terusik mendirikan partai politik. Mereka bergabung di dalam Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Redianto Heru Nurcahyo, kader PSI asal Kabupaten Sleman yang dimajukan sebagai calon legislator RI Dapil DIY, mengungkapkan hal tersebut, saat minum kopi di Resto Wulenpari (10/02) lalu.
Dia mengakui, bahwa masyarakat Indonesia, termasuk Gunungkidul, belum mengenal secara mendalam sepak terjang PSI yang diketuai mantan presenter Grace Natalie.
“Mendirikan partai baru memang berat, tetapi tahun 2014, PSI lolos verifikasi dan dinyatakan boleh mengikuti pemilu 2019,” kata Redianto Heru Nurcahyo, seraya nyruput kopi item.
Video: Redianto Heru Nurcahyo
Merebut angka 4 % parlemen treshold untuk kursi nasional, menurutnya memang berat. Namun, seberat apa pun harus dilakukan, supaya anak muda bisa mewarnai standart kerja baru di parlemen.
“Semangat anak-anak muda di PSI adalah anti korupsi dan anti intolerasi,” tegas Redianto.
Diakuinya, bahwa di lapangan banyak kendala. Dapil 2 Gunungkidul meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar dan Ngawen, PSI mengajukan caleg satu orang atas nama Sulistiani, S.Pd.I.
Satu kader PSI, harus berebut kursi dengan partai-partai lama yang mengajukan 8 kader. Diminta tanggapannya, dia mengatakan, optimisme meraih kursi tetap saja ada, semua bergantung kepada tingkat ketokohan kader.
Dia menjabarkan, target PSI tidak berlebihan. Untuk Dapil DIY, DPR RI 1 kursi. Sementara 4 kabupaten 1 kota, masing-masing diwakili 1 orang kader PSI.
Penulis : Bambang Wahyu Widayadi
Foto utama : Redianto Heru Nurcahyo (Bambang/infogk)













