Festival Ketoprak Bikin Sakit

1967

PLAYEN, Senin Kliwon—  Seniman kethoprak Gunungkidul riwayatnya amat menyedihkan. Festifal 3 tahun berturut-turut, diduga terjadi kecurangan. Akibatnya yang seharusnya menang dikalahkan, yang mestinya tidak pantas pegang juara, diberi hak nomor satu.

Joni Gunawan, Ketua Ketoprak Forum Gunungkidul menilai, pentas 13/5/17 relatip sukses. Dia mengapreasiasi Ristu Raharjo dari Dinas Kebudayaan, karena telah  memberikan kesempatan untuk tampil menghibur masyarakat. Pentas tersebut bermanfaat meredam suasana panas akibat kecurangan pada gelar festifal 3 tahun terakhir.

“Ada yang terang-terangan melakukan kecurangan demi ambisi menang. Saya selaku yang dituakan ngelus dhodho. Tetapi dibolehkan tampil menyongsong hari jadi, rasa sakit teman-teman sedikit terobati,” ujar Joni Gunawan 15/5/17.

Tak urung, keluhan dan apresiasi Joni Gunawan memancing Amin Suprihatin, pemeran Nyi Nitisari dalam lakon Babad Alas Nongko Doyong untuk nimbrung bicara.

Saya pernah mengkritik dalam bentuk usul, namun kurang diperhatikan. Lebih baik saya diam seperti Kades Kepek, Pak Bambang Setiyawan,” ujar Amin Suprihatin.

Sponsor utama kethoprak Penjalin Pethuk Wening Susila Raja Batu menyahut, festifal ketoprak sejatinya dirancang dengan tujuan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya. Melalui festifal, kontingen dari masing masing kecamatan didorong  untuk mengasah kreatifitas agar tampil terbaik.

Para  seniman muda tak berfikir soal financial, tetapi terus giat mengembangkan kethoprak. Tujuannya,  ke depan kethoprak supaya dicintai generasi penerus.

“Kalaupun dirasa ada yg melakukan tindakan ‘kurang  terpuji’  ini yang perlu di benahi,” pesan Wening. Agung Sedayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.