SEMANU, Rabu Wage-Akibat kurangnya pengamanan, Sekolah Dasar (SD) Jasem, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu dibobol maling pada Rabu, (06/09). Akibatnya sejumlah barang electronik raib digondol maling.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian pertama kali diketahui oleh Suranto, penjaga sekolah.
Dikatakan Suranto, ketika dia masuk ruang guru sekitar pukul 06.10 Wib pintu sudah posisi terbuka, namun dirinya tidak begitu curiga karena sebelumnya sudah ada Martini, Guru kelas 5 yang sudah duluan masuk untuk mengambil buku tugas untuk murid.
“Saya kira pintu ruang guru memang sudah dibuka bu Martini,” katanya.
Namun ketika Suranto membuka pintu perpustakaan yang berada tepat di samping ruang guru dirinya baru sadar kalau ternyata kebobolan.
“Saya masuk, ruangan sudah acak-acakan, dengan posisi pintu terkunci namun jendela rusak, kemungkinan maling masuk lewat jendela dapur yang terhubung dengan perpustakaan” terangnya.
Suranto melaporkan, setelah dicek, 1 unit printer dan 1 unit wireless telah hilang digondol maling. Saat itu juga Suranto segera memanggil Martini yang sudah berada di ruangan kelas. Namun saat ditanya, Martini pun tidak sadar kalau ternyata yang membuka pintu ruang guru ternyata maling.
“Saya kira pak Suranto tadi yang buka pintu, saya juga tidak tau kalau ruangan sebelah telah dimasuki maling, karena posisi pintunya memang masih tertutup,” timpal Martini.
Dari keterangan para saksi, maling sempat merusak jendela ruang Kepala Sekolah dan ruang ibadah. Namun karena tidak ada barang berharga di ruangan tersebut, akhirnya maling hanya mengambil barang- barang di ruang perpustakaan.
“Maling sempat mengacak- acak semua ruang yang berhasil dimasuki, namun tidak ada yang diambil karena memang tidak ada barang yang berharga,” tambah Suranto.
Saat dimintai keterangan, Kepala Sekolah SD Jasem, Slamet mengatakan pihaknya segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Semanu setelah mendapat kabar dari Suranto.
“Sekira pukul 08.00 Wib saya lapor Polisi, dan saat ini semua sudah ditangani oleh pihak kepolisian Polsek Semanu,” jelasnya.
Slamet mengaku, sekolah menjadi kacau karena hilangnya barang-barang tersebut. Masih untung ada beberapa barang yang tidak diambil maling hanya karena ada tulisannya rusak.
“Barang- barang yang sudah ditandai dengan tulisan rusak, ternyata malah aman, karena tidak diambil maling, padahal sebenarnya barang itu masih dapat kita gunakan,” katanya.
Akibat kejadian tersebut SD Jasem mengalami kerugian sekitar 3,5 juta rupiah. Slamet mengaku, tidak hanya sekali ini SD Jasem kebobolan, kedepannya pihaknya akan lebih memperketat pengamanan. Red













