WONOSARI, Sabtu Wage, Dalam rangka mencari jati diri sejarah berdirinya Desa Piyaman serta memberdayakan masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) Piyaman menggelar kursus batik tulis dengan dua motif, Ki Demang Wonopawiro dan bakmi jawa.
Kursus diselenggarakan selama 3 hari dimulai Rabu, 09/08 – Jumat,11/08. Pelaksanaan kursus dipusatkan di aula balai desa. Seluruh peserta adalah warga masyarakat Desa Piyaman. Masing-masing padukuhan mengirim 3 orang wakil.
Tugino Kepala Desa (Kades) Piyaman menjelaskan, pelaksanaan kursus membatik merupakan bagian program kegiatan yang dibiayai oleh dana dana desa.
“Seluruh dana desa berasal dari masyarakat, maka dikembalikan ke kemasyarakat, baik dalam bentuk infrastruktur maupun pemberdayaan,” jelas Tugino 12/8.
Dia menambahkan, melalui kursus membatik diharapkan Desa Piyaman memiliki motif batik sendiri sesuai filosofi dan sejarah desa. Kegiatan membatik, menurutnya bisa menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Ketika batik Piyaman layak jual, pertama untuk kalangan sendiri selanjutnya dipasarkan ke masyarakat umum,” tambahnya.
Sementara itu Guntur Susilo tutor sekaligus pelatih menjelaskan, Piyaman memiliki sejarah penting terkait cikal bakal kota Wonosari. Diketahui pula, mayoritas warga Piyaman berprofesi sebagai pedagang bakmi.
“Kami coba desain pola khas Piyaman terkait sejarah dan juga potensi bakmi jawa,” jelas Guntur.
Selain membatik Pemdes Piyaman juga menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik dan pelatihan-pelatihan lainnya.
Reporter: Agus SW













