OPINI

ANGKA 191 HARI JADI GUNUNGKIDUL SINDIRAN ALAM UNTUK BUPATI

 

HARI Jadi Kabupaten Gunungkidul diperingati setiap 27 Mei. Tahun 2022, hampir tak dilihat orang, bahwa angka 191 menggambarkan kondisi Gunungkidul sejak awal berdiri hingga penguasa saat ini. Tersirat sindiran alam buat Bupati bahwa berangkat dari titik terbawah itu tidak mudah.

Angka 1 di depan adalah memuat simbol bagaimana Mas Tumenggung Pontjodirdjo mengawali pemerintahan di Gunungkidul dengan susah payah.

Dalam posisi sakit glukoma, dia menjalankan kekuasaan yang kemudian di-PLT- kan kepada Panji Harjodipuro, sebelum akhirnya secara definitif diteruskan oleh Tumenggung Prawirasetika, Bupati Gunungkidul kedua.

Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-191 merupakan Hari Jadi yang paling, dan sangat istimewa.

Angka 9 itu angka tertinggi. Sebelum Sunaryanta kekuasaan berada di tangan Hj. Badingah, S.Sos. Bukan satu kebetulan saat dia meneruskan kepemimpinan Prof. Dr. Sumpeno Putro meraih puncak prestasi yang luar biasa.

Harus diakui bahwa pada masa kepemimpinan Bupati Badingah Gunungkidul mulai dikenal bahkan pariwisata booming.

Angka 1 di belakang Angka 9 menandai setelah berhasil menapaki kejayaan bukan berarti pekerjaan selesai.

Meski Badingah banyak keberhasilan tetapi dia juga menyisakan pekerjaan rumah cukup berat yang harus diselesaikan Bupati Sunaryanta.

Gunungkidul di bawah Sunaryanta digambarkan kembali ke awal peradaban menuju angka 9 sebagai simbol kejayaan.

Angka 1 di belakang 9 adalah pasemon, bahwa Bupati Sunaryanta tidak boleh menutup diri. Belakangan banyak kelemahan yang harus dibenahi, terutama dalam hal komunikasi dengan rakyat Gunungkidul.

Sebagai orang nomor satu di Gunungkidul, Sunaryanta tidak boleh gagal dalam berkomunikasi. Terlebih ketika memanfaatkan Bahasa Jawa sebagai medium utama setelah bahasa Indonesia.

Kridhaning Makarya sebagai tema pilihan melanjutkan Cancut Taliwanda sempat membuat bingung sebagian besar masyarakat. Hal seperti ini tidak boleh terulang di masa datang.

Perlu diakui, bahwa keberhasilan yang diraih di awal pemerintahan lebih dari cukup, tetapi kalau Ketua Dewan saja mengaku sulit mengakses telepon seluler, ini menjadi sangat tidak lumrah. Pasti rakyat jelata lebih sulit.

Duduk di kursi Bupati tidak harus mabuk sebagaimana duduk di menara gading. Alam bisa marah.

oleh: Mugihardjono
infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

3 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

1 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

1 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

2 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

2 minggu ago