SESEORANG lahir ke dunia itu ada yang melahirkan. Kelahiran bukan kehendak manusia, tetapi sebuah ketetapan dari yang Maha Melahirkan.
Hidup dengan Jiwa goyah (tidak tenang) merupakan ketetapan dalam konteks untuk menguji keteguhan.
Manusia boleh saja mengklaim jiwanya tenang, tetapi ketenangan itu akan terbukti ketika Sang Pemilik Jiwa mengujinya sesuai batas kesanggupan.
Menguji kualitas ketenangan jiwa adalah hak prerogatif Pemilik Langit dan Bumi.
Allah maha kuasa memperjalankan manusia, sementara manusia tak bisa menampik, kecuali menjalaninya dengan lapang dada (sabar)
Saling menasehati dalam hal kebenaran dan saling menasehati dalam hal kesabaran adalah wujud lahiriah dari keberhasilan lolos dari lubang jarum ujian.
Tulisan pendek ini tidak ada maksud menggurui, melainkan untuk keperluan belajar bersama: mengapa Gunungkidul menerima ujian berupa Bunuh Diri yang bertubi-tubi.
Seribu jawaban akan lahir dari para pemerhati kemanusiaan, karena para pendekar ilmu bermukim di Bumi Handayani.
Kata kuncinya ada pada ideomatika: Golek Banyu Apikulan Warih, atau Opek Geni Sangu Obor. Mari berguru kepada Sang Maha Guru. (Bambang Wahyu)
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…