Angka Kemiskinan Gunungkidul Gagal Diturunkan

181

WONOSARI-RABU LEGI | Bupati Sunaryanta bertolak dari ‘baseline’ atau titik acuan tetap angka kemiskinan Gunungkidul tahun 2020. Angka 17,07 % digunakan sebagai perbandingan tahun 2022 hingga 2026. Tahun 2021, rupanya masih gagal diturunkan dengan alasan terhalang pandemi.

Sebagaimana diketahui, dalam RPJMD 2021-2026 Bupati H. Sunaryanta menetapkan 11 indikator kinerja utama (IKU). Salah satu di antaranya adalah menurunkan presentase angka kemiskinan.

“Tahun 2022 ditarget turun menjadi 15,00%, tahun 2023 14,00%, tahun 2023 13,00%, tahun 2024 12,00,%, tahun 2025 12,00%, dan tahun 2026 angka kemiskinan tinggal tersisa 11,00,%,” dikutib dari Tabel 8.1 RPJMD 2021-2026, 5-1-22.

Fakta pada era pemerintahan Bupati Badingah, S.Sos, angka kemiskinan itu fluktuatif naik turun.

Pada masa pemerintahannya, Badingah bersama Immawan Wahyudi juga mengincar angka 11 %, tetapi faktanya mereka hanya mampu menekan hingga 17,07% yang kini menjadi baseline Bupati Sunaryanta Heri Susanto.

Bappeda belum menerbitkan buku Gunungkidul dalam angka, tetapi Kepala BPS melalui Rintang Awan Eltribakti Umbas, S.Si, M.Si telah menerbitkan angka kemiskinan tahun 2021.

“Gunungkidul dalam angka itu ranah Bappeda, kami di BPS hanya menerbitkan dalam bentuk leaflet,” ujar Kepala BPS, 5-1-2022.

Angka kemiskinan Kabupaten Gunungkidul berdasarkan rekaman BPS naik dari 17,07 tahun 2020 menjadi 17,69% atau 135,33 ribu jiwa di tahun 2021.

Kemungkinan besar sampai diterbitkannya laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2021 bulan Maret 2022, angka 17,69% tidak berubah. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.