WONOSARI, SENIN PON-Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Bahron Rosyid mengklaim bahwa aksi yang dilakukan GTT dan PTT tidak akan mengganggu dalam proses belajar mengajar. Lantaran para guru GTT/PTT yang tidak ikut ke Jakarta akan menjadi relawan untuk mengajar.
Diterangkan Bahron, aksi mogok sendiri hanya akan berlangsung pada hari ini Senin (15/10), sebagai bentuk solidaritas terhadap aksi unjuk rasa yang digelar oleh GTT dan PTT.
Dia mengakui, aksi yang dilakukan GTT/PTT ke Jakarta tidak ada surat resmi ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul. Sehingga pihaknya tidak mengetahui secara pasti berapa orang yang berangkat melakukan aksi ke Jakarta. Namun demikian, Bahron menegaskan bahwa di setiap sekolah tidak akan berdampak negatif atau mengganggu proses belajar mengajar dengan aksi tersebut.
“Karena GTT akan menjadi relawan untuk mengajar di sekolah mereka masing-masing, mereka itu tidak masuk ke sekolah sebagai GTT, tapi sebagai relawan,” akhirnya.
Namun perkiraan Bahron, berbeda dengan kenyataan dilapangan. Beberapa sekolah merasa keteter dengan adanya aksi mogok kerja GTT dan PTT. Seperti halnya yang terjadi di SD Negeri Semanu. Pihak sekolah mengaku kewalahan dengan mogoknya GTT dan PTT lantaran jumlah pengajar sangat minim. Namun pihak sekolah menghormati dan menyadari keputusan GTT/PTT tersebut.
Kepala Sekolah SD Negeri Semanu, Kusti Dwimartini, untuk mengantisipasi kekurangan staf pengajar yang ada, pihaknya kemudian melakukan upaya pengabungan beberapa kelas menjadi satu. (Joko)













