PERISTIWA

Banyak Investor, Tidak Serta Merta Rakyat Gunungkidul Menjadi Makmur

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON | Bupati H. Sunaryanta getol memburu penanam modal, meski itu baru taraf akan, karena belum satu pun investor dari Jakarta maupun luar negeri masuk ke Kabupaten Gunungkidul.

Terhadap kebijakan yang diambil Bupati Sunaryanta tidak banyak tokoh Gunungkidul yang mengkritisi, kecuali Slamet S.Pd MM, mantan politisi Golkar yang berpindah ke Gerindra 10-4-2021 silam.

Warga Gunungkidul disuguhi mimpi besar bahwa jika investasi berjalan lancar maka pengangguran teratasi, pendapatan rakyat meningkat, dan kesejahteraan tercapai.

“Belum tentu,” kata mantan guru politik Sunaryanta, 14-4-2021.

Mimpi tidak terlalu salah, tetapi fakta sehari-hari perlu dicermati dengan seksama.

Pemodal seperti Heha Ocean View, merekrut berapa pekerja dari total pengangguran terbuka yang jumlahnya lebih dari 11.252 orang. Apa mencapai 500 pekerja, banyak pihak tidak yakin ada sebanyak itu.

Fakta di lapangan, bahwa HOV belum melengkapi perijinan telah beroperasi dan bikin geger. Disusul De Mangol, belum melunasi tanah keburu menimbulkan kekisruhan warga Kapanewon Patuk, berujung pada penyegelan destinasi.

Di mana letak enaknya jika investor memasuki Bumi Handayani. Slamet S.Pd. MM memberikan catatan istimewa, meski investor banyak ke Gunungkidul, tidak serta Merta menyerap tenaga kerja lokal.

Simulasi sederhana, jika 1000 tenaga kerja diserap oleh investor, maka butuh 11 pengusaha masuk ke Gunungkidul. Manakala setiap tahun hanya satu pemodal, maka mengentaskan pengangguran terbuka perlu waktu selama 11 tahun.

Slamet mengambil contoh peternakan ayam dan sapi. Menurutnya mereka memilih melakukan ekstensifikasi. Pengusaha banyak menggunakan mesin canggih dalam memberi makan dan minum ternak piaraannya.

“Bahkan mengeruk kotoran hewan pun cukup dengan mesin,” ulas Slamet.

Politisi Gerindra ini menyarankan, Bupati Sunaryanta untuk berfikir realistik. Bercita-cita setinggi langit sah-sah saja, tetapi, demikian pinta Slamet, jangan melupakan realita bumi Handayani. (Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

6 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

6 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

6 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

6 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

6 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

6 hari ago