Bawaslu: Masyarakat Mencermati DPSHP-1

190

WONOSARI, SABTU PAHING – Setelah ada perbaikan data pemilih, yang dikenal dengan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP), masih ada temuan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), menyusul ada perbaikan berupa DPTHP 1. Masyarakat dihimbau supaya mencermati data perbaikan tersebut.

Rosita, S.Pdi. Devisi Pengawasan Humas dan Hubal Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Jumat (28/09) menjelaskan, banyak temuan tidak hanya di Kabupaten Gunungkidul, namun di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, menurut Rosita, berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPTHP-1 tingkat Nasional, dan berdasarkan surat Ketua Komisi Pemilihan Umum RI, dilakukan peyempurnaan DPTHP-1 secara menyeluruh. Kegiatan penyempurnaan DPTHP-1 diberi waktu selama 60 hari. Tingkat kabupaten diberi waktu sampai tanggal 11 November 2018. Bawaslu dalam hal ini ikut andil dalam pelaksanaan DPTHP-1 tersebut.

Menurut Rosita temuan yang paling banyak adalah nama ganda, NIK ganda, data yang kurang valid seperti sudah meninggal tetapi masih terdata, NIK kosong dan NKK tidak sampai 16 digit.

Perbaikan data saat ini lebih sedikit dibanding sebelumnya, mencapai ribuan.

Tinggal ratusan, kata dia, ganda NIK, dan Tanggal lahir, hanya ditemukan 56 orang.

Berdasrkan pangamatan Bawaslu, masalah hak pilih masyarakat, KPU membuat posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) mulai tanggal 01 – 28 Oktober 2018. Bawaslu, berperan memantau GMPH.

“Masyarakat dimohon partisipasi aktifnya untuk melapor jika keluarga sudah meninggal namun masih terdata, atau seharusnya sudah terdaftar tetapi lolos. (Joko/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.