WONOSARI, SABTU PAHING – Setelah ada perbaikan data pemilih, yang dikenal dengan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP), masih ada temuan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), menyusul ada perbaikan berupa DPTHP 1. Masyarakat dihimbau supaya mencermati data perbaikan tersebut.
Rosita, S.Pdi. Devisi Pengawasan Humas dan Hubal Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Jumat (28/09) menjelaskan, banyak temuan tidak hanya di Kabupaten Gunungkidul, namun di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, menurut Rosita, berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPTHP-1 tingkat Nasional, dan berdasarkan surat Ketua Komisi Pemilihan Umum RI, dilakukan peyempurnaan DPTHP-1 secara menyeluruh. Kegiatan penyempurnaan DPTHP-1 diberi waktu selama 60 hari. Tingkat kabupaten diberi waktu sampai tanggal 11 November 2018. Bawaslu dalam hal ini ikut andil dalam pelaksanaan DPTHP-1 tersebut.
Menurut Rosita temuan yang paling banyak adalah nama ganda, NIK ganda, data yang kurang valid seperti sudah meninggal tetapi masih terdata, NIK kosong dan NKK tidak sampai 16 digit.
Perbaikan data saat ini lebih sedikit dibanding sebelumnya, mencapai ribuan.
Tinggal ratusan, kata dia, ganda NIK, dan Tanggal lahir, hanya ditemukan 56 orang.
Berdasrkan pangamatan Bawaslu, masalah hak pilih masyarakat, KPU membuat posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) mulai tanggal 01 – 28 Oktober 2018. Bawaslu, berperan memantau GMPH.
“Masyarakat dimohon partisipasi aktifnya untuk melapor jika keluarga sudah meninggal namun masih terdata, atau seharusnya sudah terdaftar tetapi lolos. (Joko/ig)
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…