WONOSARI, SABTU PAHING – Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Raharjo Yuwono menyampaikan, perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awal musim hujan Gunungkidul akhir Oktober sampai awal Nopember 2018. Petani dihimbau untuk mempersiapkan lahan pertanian.
Menurut Raharjo, berdasar ilmu titen para petani terutama di daerah Rongkop dan Girisubo dikenal istilah ngawu-awu, sebelum musim hujan petani telah menebar benih padi.
“Dinas menghimbau agar petani dalam menerapkan sistem ngawu-awu mendekati musim hujan, sehingga mengurangi resiko gagal tumbuh,” jelasnya.
Petani diminta lebih fokus dalam hal penyiapan lahan pertanian. Persiapan yang baik dihatap menghasilkankan panen melimpaha
Lebih lanjut dia menyampaikan, soal benih telah didistribusikan kepada para petani. Benih bantuan pemerintah berupa gabah varitas Ciherang, Mikonga dan jenis lainnya seluas 4.000 hektar (ha) atau 100 ton.
“Selain itu juga 2.000 ha benih padi Inbrida, bulan Agustus juga telah terdistribusis,”-jelasnya.
Raharjo menambahkan, total benih padi Inbrida 6.500 ha telah diterima petani se kabupaten Gunungkidul. Untuk tahun 2018 bantuan benih bersubsidi dihapus diganti benih bantuan alias gratis. (Ag/ig)
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…