Beragam Pendapat Nadzar Ekstrim Sarjono

2145

GUNUNGKIDUL-SENIN WAGE | Sarjono (46) warga RT 2 RW 3 Padukuhan Mojosari, Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta membayar nadzar cukup ekstrim. Hal itu memicu beragam pendapat bahkan saran yang datang dari berbagai kalangan.

Salah satunya kepedulian datang dari Sri Idayanti Lurah Kalurahan Beji Kapanewon Ngawen Gunungkidul. Idayanti mengkhawatirkan kondisi fisik maupun kesehatan Sarjono pasca membayar nadzarnya yakni berjalan dengan cara merangkak dari kediamanya di Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari menuju kediaman H. Sunaryanta Joglo Kwarasan Wetan, Kelurahan Kedungkeris.

Kepada infogunungkidul, Senin (14/12/20) Idayanti meminta agar tersampaikan pesan pribadinya, mengingat beratnya nadzar Sarjono yang saat ini sedang dilakukan.

“Sampaikan relawan yg bernazar merangkak tsb…bahwa melaksanakan nazarnya tidak hrs diselesaikan dalam satu hari. Mengingat bahaya utk kesehatanya,” tulis Sri Idayanti memalui WhatsApp pada Senin, (14/12/20) pukul 10.07.WIB.

Ia mengkhawatirkan kondisi relawan, karena menurutnya jika dipaksakan malah akan berakibat fatal. Yang penting Nadzar terlaksana, Idayanti menambahkan nadzar dapat dilakukan 2 atau 3 kali.

“Katakan hari ini 10 km…dilanjut dihari yg lain ..13 km…atau dibagi 3 x. Saiki tekan ngendi satu Minggu lg diteruske…dan Minggu berikutnya diteruske..smpi selesai nadzare,” pungkasnya.

Kekhawatiran yang sama sebelumnya juga datang dari Isworo Ang, tetangga Sarjono. Isworo mengatakan bahwa, aksi berjalan merangkak sejauh 23 KM  ini jelas berisiko dan sangat berat.

“Saya sudah tak sanggup membayangkan penderitaan yang akan dirasakan Kang Sar bila sudah mencapai setengah perjalanan,” tulisnya pada Opini infogungungkidu senin, (14/12/20)

Diketahui sebelumya, jika H. Sunaryanta memenangkan kompetisi dalam Pilkada Rabu Wage, 9 Demsember 2020, Sarjono berniat merangkak dari rumah tinggalnya menuju kediaman H Sunarýanta, di Joglo Kwarasan Wetan Kedungkeris, Nglipar.

Start dari tugu batas Kalurahan Hargosari pukul 06.00 Wib, Senin 14/12/20, dikawal 25 pemuda setempat.

Munggu sore, 14/12/20 Sarjono mempersiapkan perlengkapan ala kadarmya disupport, mantan Lurah Hargosari Subardi dan Slamet, S.Pd. MM, mantan anggota DPRD DIY. (Red)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.