Berbagai Reaksi Figur Publik Pasca Vaksinasi, Begini Ceritanya

1048

WONOSARI-KAMIS WAGE | Sejumlah figur publik di Kabupaten Gunungkidul menerima suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 pada Kamis, (28/01/2021) pagi. Pasca disuntik, respon menarik pun bermunculan.

Dandim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto jadi tokoh perdana yang menerima vaksin Sinovac. Tampak percaya diri, ia menyingsingkan baju bagian lengannya untuk menerima suntikan.

Menurutnya, ia tidak merasakan efek samping apapun setelah disuntik dosis pertama. Kini, ia tinggal menunggu suntikan kedua di 14 hari mendatang.

“Ya (disuntik) tidak sakit, nggak terasa apa-apa. Jadi tidak perlu takut,” kata Noppy pada wartawan di RSUD Wonosari.

Sementara, Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiawan turut menerima vaksin. Namun ia sempat terkendala hasil tensinya yang tinggi. Sesuai prosedur, calon penerima vaksin harus memiliki tekanan darah yang normal. Setelah beristirahat sebentar, tensi dicek kembali dan dinyatakan normal. Ia pun lantas turut menerima suntikan pertama dan menunggu 30 menit setelahnya untuk observasi.

“Setelah 30 menit, tidak ada efek samping yang dirasakan. Saya malah jadi lapar,” kata Agus berkelakar.

Ia menuturkan, kesediaannya menjadi relawan pertama sebagai penerima vaksin untuk menunjukkan vaksin yang digunakan. Hal itu terbukti dengan nihilnya efek samping yang dirasakan.

Agus pun menunjukkan kartu keterangan yang mana ia harus datang lagi untuk menerima dosis kedua vaksin tersebut. Ia berharap masyarakat tidak perlu resah dengan vaksinasi.

“Ya rasanya seperti disuntik biasa kok, seperti saat kecil kan divaksin juga,” ujarnya.

Terkait dengan yang dialami Agus, Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati menjelaskan bahwa, kondisi badan harus benar-benar fit sebelum menerima vaksin. Sebab vaksin adalah virus yang sudah dilemahkan, lalu diinjeksikan ke dalam tubuh. Itu sebabnya, pemeriksaan sebelum menerima vaksin wajib dilakukan. Selain pemeriksaan fisik, calon penerima akan ditanyai bagaimana riwayat kesehatannya.

“Seperti apakah ada alergi atau tidak, sampai seperti apa riwayat sakit yang pernah diderita,” jelas Heru.

Meski sudah divaksin, ia meminta agar penerima tidak lantas mengabaikan kondisi kesehatan. Sebab di dosis pertama ini, kekebalan tubuh belum sepenuhnya terbentuk. Begitupun pasca menerima dosis kedua nanti, Heru mengatakan potensi tertular COVID-19 tetap ada. Hanya saja gejala yang dirasakan akan lebih ringan karena tubuh sudah membentuk proteksi.

“Jadi yang namanya protokol kesehatan tetap wajib meski sudah divaksin,” paparnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.