Di sela acara Sujoko menyampaikan, Kabupaten Gunungkidul, program BID dibagi menjadi tiga klaster yaitu Klaster Gunungsewu yang diikuti tujuh kecamatan meliputi Kecamatan Purwosari, Panggang, Tanjungsari, Tepus, Saptosari, Rongkop, Girisubo.
Berikutnya enam kecamatan masuk Klaster Batur Agung diantaranya Kecamatan Ponjong, Semin, Ngawen, Nglipar, Gedangsari, dan Patuk.
“Klaster Gunungsewu dan Batur Agung telah dilaksanakan beberapa hari lalu. Acara hari ini BID Klaster Ledok Wonosari. Adanya BID diharapkan pemanfaatan DD dapat lebih maksimal sehingga mampu mengangkat potensi desa menjadi sumber daya yang lebih bermanfaat,” ungkap Sujoko.
Lebih lanjut Sujoko menjelaskan, pengelompokan klaster berdasarkan karakteristik setiap wilayah yang hampir sama. Harapannya per klaster masing-masing desa bisa mereplikasi terhadap inovasi-inovasi desa yang telah berhasil maju.
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Polemik pembongkaran Mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Geger persoalan pembongkaran mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…