“BISA” Dongkrak Perekonomian Melalui Destinasi Wisata

1391

PALIYAN,  SELASA LEGI | Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) di Balai Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul dilaksanakan pada Selasa, (18/08/2020) pagi.

Kepala Dispar Kabupaten Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, Gerakan BISA merupakan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Guna mengatasi dampak Covid-19, yakni mendongkrak perekonomian masyarakat dibidang wisata.

“Iniasi ini sebagai implementasinya,” katanya.

Asti menjelaskan, kegiatan bersih-bersih lingkungan dilakukan lantaran selama 3 bulan aktivitas wisata tutup sehingga kurang terawat. Ia berharap, dengan program BISA ini mampu menyiapkan destinasi wisata bagi wisatawan.

“Manifestasi BISA ini lebih ke program Padat Karya,” jelasnya.

Asti menambahkan, selain Kalurahan Ngalang di Kapanewon Gedangsari, Kalurahan Pampang bisa menjadi contoh awal Gerakan BISA. Lantaran potensi wisata yang besar dari kerajinan peraknya. Menurutnya, pengrajin perak di Pampang cukup banyak, namun sangat minim daya minat menjadi pengusaha.

“Pelatihan kewirausahaan pun turut diselipkan dalam Gerakan BISA ini, kami harap kerjasama ini bisa berlanjut ke desa-desa lain sesuai potensi yang dimiliki,” tambahnya.

Terpisah, Lurah Pampang Iswandi mengatakan, dampak Covid-19 pada industri perak begitu luar biasa. Pesanan kerajinan perak turun hingga 80 persen sejak awal pandemi.

“Saya berharap dengan progam BISA ini nantinya mampu membangkitkan kembali industri perak Pampang di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan meningkatkan kemampuan para pengrajin agar mampu menjadi seorang pengusaha.

“Mereka juga mendapat pelatihan fotografi agar produk yang dipotret memiliki nilai jual untuk dipasarkan, sekaligus pemasaran online,” pungkasnya. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.