WONOSARI-Minggu Pahing | Warga negara yang rendah hati adalah mereka yang ikhlas meminjamkan kedaulatan selama 5 tahun. Di Indonesia, jutaan pemilik kedaulatan rela kehilangan kehormatan untuk kepentingan ratusan orang yang mudah melupakan ketulusan hati rakyat.
Pejabat politik di tingkat eksekutif maupun legislatif menurut Muhammad Ainun Nadjib (Cak Nun) adalah tenaga kontrak lima tahunan, yang dibayar rakyat.
Dalam terminologi ketenagakerjaan, pejabat politik itu setaraf dengan buruh politik. Buruh, tetapi bebas menentukan gaji sendiri berdasarkan undang-undang.
Berjuta-juta rakyat adalah majikan yang terhormat, tetapi tidak pernah memiliki kehormatan sedikit pun, setelah pengajuan pinjaman lima tahunan ‘disetujui’ melalui proses demokrasi bernama pemilu.
Berbalik 180 derajat, para peminjam kedaulatan itu pun minta diistimewakan, difasilitasi, sekaligus dimanjakan.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…