WONOSARI-Minggu Pahing | Warga negara yang rendah hati adalah mereka yang ikhlas meminjamkan kedaulatan selama 5 tahun. Di Indonesia, jutaan pemilik kedaulatan rela kehilangan kehormatan untuk kepentingan ratusan orang yang mudah melupakan ketulusan hati rakyat.
Pejabat politik di tingkat eksekutif maupun legislatif menurut Muhammad Ainun Nadjib (Cak Nun) adalah tenaga kontrak lima tahunan, yang dibayar rakyat.
Dalam terminologi ketenagakerjaan, pejabat politik itu setaraf dengan buruh politik. Buruh, tetapi bebas menentukan gaji sendiri berdasarkan undang-undang.
Berjuta-juta rakyat adalah majikan yang terhormat, tetapi tidak pernah memiliki kehormatan sedikit pun, setelah pengajuan pinjaman lima tahunan ‘disetujui’ melalui proses demokrasi bernama pemilu.
Berbalik 180 derajat, para peminjam kedaulatan itu pun minta diistimewakan, difasilitasi, sekaligus dimanjakan.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…