PERISTIWA

BMKG Himbau Waspada Gelombang Tinggi 19-22 Juli 2019

Selanjutnya Perairan Kepulauan Anambas, Perairan Timur Kepuluan Bintan hingga Kepulauan Lingga, Perairan Utara Pangkal Pinang, Selat Karimata dan Selat Gelasa, Perairan Timur Lampung, Laut Jawa, Perairan Utara Kepulauan Seribu, Perairan Utara Jawa Barat hingga Kepulauan Kangean.

Sementara, potensi gelombang tingggi di Indonesia bagian timur meliputi perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian tengah hingga selatan, Perairan Kepulauan Selayar-Sabalana, Laut Bali dan Laut Sumbawa, Selat Lombok bagian utara, Teluk Bone bagian selatan dan Teluk Tolo, Perairan Manui-Kendari, Perairan Baubau-Kepulauan Wakatobi, Perairan Selatan Kepulauan Banggai-Sula, Laut Flores dan Laut Seram.

Kemudian Perairan Selatan Pulau Seram hingga Pulau Buru, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Perairan Fakfak hingga Amamapere, Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Timur Bitung, Laut Maluku, Laut Halmahera, Perairan Timur Kepulauan Halmahera, Perairan Utara Jayapura-Sarmi, serta Samudera Pasifik utara Jayapura.

Selain itu, beberapa wilayah lain di Indonesia juga berpotensi mengalami gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter, meliputi Perairan Selatan Pulau Sumba, Perairan Selatan Pulau Sawu hingga Pulau Rotte, Laut Sawu bagian selatan, dan juga Laut Timor Selatan NTT.

Wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpotensi mengalami gelombang tinggi dengan kisaran antara 4 hingga 6 meter diantaranya, Selat Malaka bagian utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Pulau Enggano-Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Perairan Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Lombok dan Alas bagian selatan, serta Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT.

BMKG menghimbau, potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. (ag)

Page: 1 2

infogunungkidul

Recent Posts

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

4 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

4 minggu ago

Terbanyak Sepanjang Sejarah, UGM Wisuda 3.865 Mahasiswa

YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…

4 minggu ago

Belasan Ribu Mahasiswa Baru UNY Ikuti PKKMB

YOGYAKARTA - SELASA PAHING,  SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…

4 minggu ago

Ribuan Mahasiswa Baru UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pembukaan PKKBN

YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…

1 bulan ago

Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Tim Admisi UNY Sosialisasikan Program IUP

YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…

1 bulan ago