WONOSARI, RABU LEGI-Meski tidak merata dan belum begitu deras, Gunungkidul mulai diguyur hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta, agar masyarakat mewaspadai kemungkinan adanya peningkatan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Dalam siaran pers, Deputi Bidang Meteorologi, Drs. Mulyono R. Prabowo, M.Sc. menjelaskan, hujan dengan kisaran lebih dari 20 mm/hari, turun di wilayah Sumatera, Kalimantan serta Papua.
Dia menguraikan, dalam beberapa hari ke depan ( hingga 9 November 2018 ) konsentrasi curah hujan meluas ke wilayah Jawa karena adanya perlambatan dan area pertemuan angin yang memanjang dari Jawa bagian Timur hingga Barat. Hal itu meningkatkan kelembaban udara diwilayah Jawa.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan potensi hujan lebat disertai petir juga angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Tidak terkecuali Daerah Istimewa Yogyakarta.
Potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Samudera Hindia, Selatan Jawa hingga Lombok.
Dia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (red)
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…