WONOSARI, RABU LEGI-Meski tidak merata dan belum begitu deras, Gunungkidul mulai diguyur hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta, agar masyarakat mewaspadai kemungkinan adanya peningkatan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Dalam siaran pers, Deputi Bidang Meteorologi, Drs. Mulyono R. Prabowo, M.Sc. menjelaskan, hujan dengan kisaran lebih dari 20 mm/hari, turun di wilayah Sumatera, Kalimantan serta Papua.
Dia menguraikan, dalam beberapa hari ke depan ( hingga 9 November 2018 ) konsentrasi curah hujan meluas ke wilayah Jawa karena adanya perlambatan dan area pertemuan angin yang memanjang dari Jawa bagian Timur hingga Barat. Hal itu meningkatkan kelembaban udara diwilayah Jawa.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan potensi hujan lebat disertai petir juga angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Tidak terkecuali Daerah Istimewa Yogyakarta.
Potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Samudera Hindia, Selatan Jawa hingga Lombok.
Dia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (red)
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…