Bocah Yatim Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

1573

SAPTOSARI, RABU LEGI-Aditya Wahyu Indra (15) anak yatim penderita penyakit Hidrosefalus tergolek bertahun-tahun di tempat tidur. Dia adalah anak pasangan Suwardiyono (almarhum) dengan Kaniyem warga Padukuhan Bendo 02/04, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari. Janda ini berharap pemerintah daerah atau siapapun, berkenan meringankan beban yang disandangnya.

Kaniyem, pekerja serabutan ini tidak bisa merawat dan membiayai pengobatan anaknya, hanya pasrah pada nasib. Anak satu-satunya dirawat di rumah tanpa obat dan tanpa penanganan dokter.

Dia bertutur kepada Tim Relawan Yayasan Bumi Damai yang berkunjung di rumahnya, Minggu sore (09/12). Menurutnya, Adiyta lahir sebagai anak normal.

“Saat masih bayi, anak saya panas tinggi, di kepala ada benjolan. Oleh dokter disuntik bagian kepala, kemudian disarankan operasi pabila usia telah cukup,” ungkap Kaniyem.

Karena persoalan biaya, lanjut Kaniyem, operasi merupakan sesuatu yang mustahil. Alasannya, Suwardiyono (almarhum suami) sebagai buruh bangunan tidak akan sanggup mencari duit untuk keperluan pengobatan. Sepeninggal suami, Kaniyem banting tulang untuk merawat dan membiayai anaknya.

Dia berharap Pemerintah, relawan, dan dermawan berkenan peduli untuk meringankan beban yang diderita anaknya. (Ag/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.