SAPTOSARI, RABU LEGI-Aditya Wahyu Indra (15) anak yatim penderita penyakit Hidrosefalus tergolek bertahun-tahun di tempat tidur. Dia adalah anak pasangan Suwardiyono (almarhum) dengan Kaniyem warga Padukuhan Bendo 02/04, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari. Janda ini berharap pemerintah daerah atau siapapun, berkenan meringankan beban yang disandangnya.
Kaniyem, pekerja serabutan ini tidak bisa merawat dan membiayai pengobatan anaknya, hanya pasrah pada nasib. Anak satu-satunya dirawat di rumah tanpa obat dan tanpa penanganan dokter.
Dia bertutur kepada Tim Relawan Yayasan Bumi Damai yang berkunjung di rumahnya, Minggu sore (09/12). Menurutnya, Adiyta lahir sebagai anak normal.
“Saat masih bayi, anak saya panas tinggi, di kepala ada benjolan. Oleh dokter disuntik bagian kepala, kemudian disarankan operasi pabila usia telah cukup,” ungkap Kaniyem.
Karena persoalan biaya, lanjut Kaniyem, operasi merupakan sesuatu yang mustahil. Alasannya, Suwardiyono (almarhum suami) sebagai buruh bangunan tidak akan sanggup mencari duit untuk keperluan pengobatan. Sepeninggal suami, Kaniyem banting tulang untuk merawat dan membiayai anaknya.
Dia berharap Pemerintah, relawan, dan dermawan berkenan peduli untuk meringankan beban yang diderita anaknya. (Ag/ig)
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…