WONOSARI, SABTU PAHING – Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengajukan permohonan dana ke Bupati, untuk keperluan droping air bersih. Besar tambahan dana mencapai Rp 80 juta.
“Diperkirakan, dana tersebut cukup sampai akhir November 2018,” kata Edy Basuki, (02/11).
Dana tambahan diajukan sebesar itu menurut Edy, dilatarbelakangi perhitungan musim kemarau meleset dan kenaikan harga solar non subsidi.
“Dana tambahan akan segera terealisasi,” tegasnya.
Edy Basuki menjelaskan anggaran 2018 Rp 638 juta untuk mengatasi kekeringan ternyata masih kurang.
Dana sebesar itu, dibelanjakan untuk BBM, membeli air dan perawatan kendaraan.
“Untuk memenuhi permohonan dropping air, saat ini warga mengandalkan bantuan swasta,” jelasnya.
Pengajuan tambahan anggaran, menurutnya sangat mendesak. Alasannya, 15 kecamatan yang terdiri dari 77 desa sangat membutuhkan air bersih.
Data BPBD menunjukan, jumlah warga yang terdampak terus bertambah, saat ini tercatat 38.937 KK atau 132.491 Jiwa.
Sementara itu, Sekda Gunungkidul, Drajad Ruswandono, MT, mengungkapkan, pengajuan dana tambahan untuk mengatasi kekeringan akan segera dikucurkan.
“Untuk mengatasi kekeringan yang semakin meluas, pasti akan segera dicairkan,” ucapnya. (Joko)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…