KARANGMOJO-KAMIS LEGI | Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY, Dr. Soeharsono, S.Pt, M.Si melakukan kunjungan dan diskusi bersama elemen masyarakat tani dan ternak di Rumah Kebon Nawari, Padukuhan Grogol 1, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Senin, (05/10/2021) sore. Dalam kesempatan tersebut, Soeharsono membidik, Rumah Kebon Nawari dapat menjadi sentral kegiatan masyarakat tani dan ternak untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.
Soeharsono menjelaskan, potensi yang ada di Nawari sangat besar, hal tersebut didukung lahan yang tersedia dengan luasan mencapai 3000 meter persegi dan berlokasi strategis. Selain itu, di Nawari juga telah tersedia beberapa peralatan penunjang pertanian dan peternakan termasuk diantaranya bangunan kandang serta aula pertemuan.
Sebagai langkah awal untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan peternak, Soeharsono menyampaikan pentingnya pemilihan usaha dan terobosan yang harus dilakukan oleh para petani dan peternak itu sendiri.
Salah satu usaha yang dinilai menjanjikan pendapatan bagi petani dan peternak adalah Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). KUB merupakan ayam kampung asli hasil inovasi dari Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian.
“Ayam KUB keunggulannya mampu bertelur lebih banyak mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, memiliki bobot badan umur 20 minggu (±5 bulan) berkisar antara 1.200-1.600 gram, umur awal bertelur lebih awal sekitar 20-22 minggu dengan bobot telur 35-45 gram. Masa mengeram ayam yang berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali serta lebih tahan terhadap penyakit,” jelas Soeharsono.
Lebih lanjut disampaikan, untuk menekan angka operasional pakan, petani dan peternak dapat mengembangkan dengan memadukan usaha dibidang lain yakni ternak maggot.
“Maggot merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) memang sangat istimewa dibandingkan bahan baku pakan alternatif lainnya karena mengandung nutrien yang lengkap untuk ternak ayam KUB. Saya yakin bila digarap, tempat ini mampu mendatangkan kesejahteraan nantinya bukan hanya ternak ayam, domba juga bisa dikembangkan di sini,” ungkap Soeharsono.
Sementara itu, pemilik Rumah Kebon Nawari, Wargito menyampaikan, adanya kunjungan Kepala BPTP menjadi pemacu semangat dirinya juga komunitasnya untuk segera merealisasikan gagasan dan gambaran peluang usaha yang dijelaskan oleh Soeharsono.
Namun demikian, Wargito menyampaikan, hal ini tidak bisa digarap seluruhnya namun dengan cara bertahap karena terbentur permodalan yang tidak sedikit nilainya.
“Modal utama kami adalah semangat mau berubah dan kerja keras selain itu di sini sudah tersedia lahan dan fasilitasnya. Apabila upaya kami ini nanti didukung oleh hadirnya peran pemerintah, saya optimis para petani dan peternak dapat sejahtera,” ungkap Wargito.
Sementara itu, Ketua LSM Perhutani Gunungkidul, Nunung Nur Cahyo menyampaikan, berkaitan dengan persoalan modal bukanlah menjadi kendala utama. Dia mengajak kepada komunitasnya untuk terus semangat dan bergerak mewujudkan satu persatu dari ide yang disampaikan Kepala BPTP DIY.
Nunung optimis, dengan adanya kerjasama yang berkesinambungan antara BPTP dengan para petani dan peternak, langkah untuk membawa masyarakat sejahtera akan dapat ditempuhnya.
“Tentunya kami berharap pendampingan BPTP DIY agar terus berlanjut. Saat ini kita mencoba berkarya dulu melakukan aksi nyata, saya yakin nanti pemerintah pasti tidak akan tinggal diam dan mensuport para petani dan peternak di Nawari ini,” tutup Nunung. (Agus SW)













