PATUK, Jumat Kliwon-Sawo yang dipajang bergelantungan di Pasar Buah di jalur wisata Padukuhan Kerjan, Beji, Patuk diduga disemprot bahan pengawet. Sinyalemen tersebut keliru, karena menurut pengakuan pedagang, sawo hanya bertahan 3 hari. Lebih dari itu, buah tersebut membusuk, hanya dimanfaatkan untuk pakan bebek (itik).
Mindarsih, salah satu pedagang buah mengatakan, sawo yang terpajang di kios, semua adalah sawo mentah. Seminggu kemudian, sawo mulai masak dan siap untuk dikonsumsi.
Sawo matang, kata Mindarsih, hanya bertahan selama tiga hari. Lebih dari tiga hari, buah sawo dibuang, atau dimanfaatkan sebagai pakan itik.
Pernyataan Mindarsih, secara tidak langsung menyanggah dugaan, bawa sawo yang dijual kompleks pasar buah disemprot dengan bahan pengawet.
“Saya menerima setoran sawo mentah dari wilayah Playen. Harga per kilogran Rp 7.000,00,” ungkap Mindarsih, (9/2).
Harga jual sawo matang, lanjut ibu dua anak ini, tidak lebih dari Rp 10.000,00. Sekilo sawo mentah, demikian dia menambahkan, paling tinggal 7 ons karena penyusutan. Agung Sedayu-ig
SLEMAN - KAMIS LEGI, SEORANG pria tewas akibat tertemper kereta api di jalur KA KM…
YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…