Bunyi Titir dan Cambuk Bertalu-Talu Terdengar Pasca Warga Karangduwet Gantung Diri

92

WONOSARI, SELASA PON-Pasca kejadian gantung diri (Gandir) yang dilakukan Parto Dikromo Timbul (67) warga Dusun Karangduwet 2, RT/RW 24/10, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Senin (07/01) kemarin, masyarakat sekitar rumah korban, setiap waktu Magrib hingga Isyak bunyikan titir kentongan dan cambuk (jawa: ceten).

Kepala Desa Karangrejek Marjono ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa sejak kemarin sore, warga sekitar rumah korban membunyikan kentongan dan cambuk pada waktu magrib sampai isyak.

“Benar, memang tradisi budaya setalah ada kejadian gantung diri pada sore magrib, masyarakat sekitar kejadian harus membunyikan Kentongan dan Cambuk. Tujuannya untuk mengusir Pulung Gantung biar pergi tidak memakan korban lagi. Begitu sejarahnya,” ungkap Marjono.

Marjono menambahkan, tradisi semacam itu sudah turun temurun sejak nenek moyang masa lalu. Terkait kebenaran ada dan tidaknya Pulung Gantung, hal tersebut tidak bisa dijelaskan secara nalar, karena sifatnya mistis.

“Binyi kentongan bebas, namun seringnya berupa titir biasa. Waktunya minimal selama 3 hari pas Magrib, kalau orang Jawa bilang wayah surup,” jelasnya.

Lebih lanjud dia menyampaikan, sebenarnya Desa Karangrejek sudah ikut program pemeritah lewat YAKKUM yaitu program penanganan atau pendampingan untuk orang stres ,orang depresi, orang coba bunuh diri, kaum difabel dan sejenisnya.

“Sosialisasi kepada warga sudah gencar dilaksanakan dalam setiap pertemuan mulai dari tingkat RT hingga Desa. Kasus gantung diri adalah PR kita bersama, untuk mencari solusi jalan keluarnya,” ungkapnya.

Marjono juga berpesan, kebanyakan warga berpenyakit tidak kunjung sembuh, frustasi dan stress itu bentuk awal penyebab tindakan bunuh diri. Peran keluarga sangat penting karena lebih tau keseharian para korban.

“Seandainya keluarga ada gejolak seperti itu, harus jeli dan segera konsultasikan kepada bidangnya atau YAKKUM,” pungkasnya. (Ag/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.