Categories: PERISTIWA

Bunyi Titir dan Cambuk Bertalu-Talu Terdengar Pasca Warga Karangduwet Gantung Diri

WONOSARI, SELASA PON-Pasca kejadian gantung diri (Gandir) yang dilakukan Parto Dikromo Timbul (67) warga Dusun Karangduwet 2, RT/RW 24/10, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Senin (07/01) kemarin, masyarakat sekitar rumah korban, setiap waktu Magrib hingga Isyak bunyikan titir kentongan dan cambuk (jawa: ceten).

Kepala Desa Karangrejek Marjono ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa sejak kemarin sore, warga sekitar rumah korban membunyikan kentongan dan cambuk pada waktu magrib sampai isyak.

“Benar, memang tradisi budaya setalah ada kejadian gantung diri pada sore magrib, masyarakat sekitar kejadian harus membunyikan Kentongan dan Cambuk. Tujuannya untuk mengusir Pulung Gantung biar pergi tidak memakan korban lagi. Begitu sejarahnya,” ungkap Marjono.

Marjono menambahkan, tradisi semacam itu sudah turun temurun sejak nenek moyang masa lalu. Terkait kebenaran ada dan tidaknya Pulung Gantung, hal tersebut tidak bisa dijelaskan secara nalar, karena sifatnya mistis.

“Binyi kentongan bebas, namun seringnya berupa titir biasa. Waktunya minimal selama 3 hari pas Magrib, kalau orang Jawa bilang wayah surup,” jelasnya.

Lebih lanjud dia menyampaikan, sebenarnya Desa Karangrejek sudah ikut program pemeritah lewat YAKKUM yaitu program penanganan atau pendampingan untuk orang stres ,orang depresi, orang coba bunuh diri, kaum difabel dan sejenisnya.

“Sosialisasi kepada warga sudah gencar dilaksanakan dalam setiap pertemuan mulai dari tingkat RT hingga Desa. Kasus gantung diri adalah PR kita bersama, untuk mencari solusi jalan keluarnya,” ungkapnya.

Marjono juga berpesan, kebanyakan warga berpenyakit tidak kunjung sembuh, frustasi dan stress itu bentuk awal penyebab tindakan bunuh diri. Peran keluarga sangat penting karena lebih tau keseharian para korban.

“Seandainya keluarga ada gejolak seperti itu, harus jeli dan segera konsultasikan kepada bidangnya atau YAKKUM,” pungkasnya. (Ag/ig)

infogunungkidul

Recent Posts

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

1 hari ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

2 hari ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

2 hari ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

2 hari ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

5 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

6 hari ago