“Inilah best of the best dalam praktik pemerintahan di Indonesia tahun 2019,” ucapnya.
Inovasi yang lahir dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) itu juga akan bersaing di kancah internasional, pada level United Nations Public Service Award (UNPSA).
VIDEO SENI BUDAYA :
Selain itu, kepada pemerintah daerah yang masuk dalam 45 inovasi ini, akan menerima Dana Intensif Daerah (DID). Dengan ketentuan pemberian DID harus memenuhi kriteria utama, yakni meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), penetapan APBD tepat waktu, memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta menerapkan e-government.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah menyampaikan, penguatan pelayanan publik menjadi salah satu kegiatan prioritas reformasi birokrasi, kebijakan pembinaan inovasi pelayanan publik tidak berhenti pada memunculkan inovasi yang unggul melalui kompetisi inovasi dan kontestasi pada tingkat internasional.
“Tetapi inovasi tersebut saya harapkan dapat ditransfer kepada unit atau institusi lainnya, sehingga dapat melembaga secara berkelanjutan,” kata Badingah.
Menurut Badingah, tujuan utama bukanlah menjadi juara, tetapi mempertahankan keberlangsungan dan mengembangkan inovasi.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan, juga Pemerintah Daerah Gunungkidul yang selalu bersinergi dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.
Turut hadir mendampingi Bupati pada acara tersebut, Asisten III, Ir. Anik Indarwati, MT., Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Dewi Irawaty, Kabag Organisasi, Arif Aldian, Kepala Puskesmas Gedangsari II, drg. Dyah Mayun Hartanti, MMR. (Red)













