PEMERINTAHAN

Bupati Sunaryanta Harus Berani Gebrak Tangki Air Bersih

WONOSARI-SABTU LEGI | Slamet, S.Pd. MM, Ketua Sabuk Merah menilai, bahwa anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul untuk lima tahun terakhir tidak ada penurunan. Kepala Pelaksana BPBD Edy Basuki, S.IP, M.Si. menjawab secara normatif.

Ketika politisi Gerindra itu membuka dokumen Daerah, dia menemukan data anggaran tahun 2016 (Rp 650 juta) 2017 (Rp 600 juta), 2018 (Rp 638 juta), 2019 (Rp 530 juta), 2020 (Rp 740 juta) dan tahun 2021 sebesar (Rp 700 juta).

“Dipikir secara sederhana, anggaran untuk droping air logikanya per tahun itu harusnya turun,” ujar Slamet di Nglebak, Katongan, Nglipar, Gunungkidul, 22-7-2021.

Menurutnya, pembangunan fasilitas air bersih itu pasti selalu bertambah, baik yang dibangun oleh Pemerintah melalui PDAM Tirta Handayani, CSR, maupun perorangan.

“Mengapa anggaran tidak turun? Ini Bupati Sunaryanta mesti berani melakukan gebrakan. Fakta seperti itu tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan menjawab pertanyaan media, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan, bahwa sebagian besar wilayah Gunungkidul memang terdampak kekeringan.

Dari 18 Kapanewon, kata Edy Basuki, hanya ada dua kapanewon yang terbebas dari persoalan air bersih. Dua kapanewon tersebut adalah Playen dan Karangmojo. Itu artinya 16 Kapanewon masih perlu droping air menggunakan tangki.

Sementara itu data yang ada dalam Perda RPJMD 2021-2026, demikian hasil pencermatan Slamet, tertulis bahwa 18 wilayah yang rawan kekeringan sejak 2016 hingga 2020 hanya 12 Kapanewon.

“Saya melihat pernyataan Kepala Pelaksana BPBD dengan dokumen daerah tidak sama,” tuturnya.

Terlebih, lanjut Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Gunungkidul itu mengatakan, jumlah jiwa yang belum memperoleh akses air bersih di Gunungkidul masih 152.255 jiwa, bukan 127.000 orang.

Terkait angka yang ditunjuk Slamet, Kalak BPBD Gunungkidul menjelaskan dari sisi permintaan lapangan.

“Angka 127.000 jiwa itu kami rekap dari permintaan masing-masing Kapanewon,” terang Edy Basuki.

Soal anggaran droping air dari tahun ke tahun mengapa tidak ada trend penurunan, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkudul belum memberikan penjelasan secara rinci. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

15 jam ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 hari ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

1 minggu ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

1 minggu ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

1 minggu ago