Bupati Sunaryanta Kerepotan Menekan Angka Kemiskinan Gunungkidul

345

Semester akhir 2021, angka kemiskinan Gunungkidul naik bertengger di jawara dua, bahkan jawara satu soal tingkat keparahannya. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati anyar ini hingga 26 Februari 2022 kecipuhan dalam menekan angka kemiskinan Bumi Handayani.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul merilis, awal Desember 2021 dan kemungkinan bertahan hingga tutup tahun angka kemiskinan merangkak naik cukup berarti.

Bupati Bupati Sunaryanta dan Heri Susanto harus kerja keras untuk membuktikan bahwa tahun 2026 angka kemiskinan berada pasti turun di 12,79%.

“Tahun 2019 angka kemiskinan Gunungkidul 16,61%, tahun 2020 17,07%, dan akhir tahun 2021 naik signifikan 17,69,%,” dikutip dari tabel BPS 24-12-2020.

Dibandingkan kabupaten/kota angka kemiskinan Gunungkidul jawara dua setelah Kulonprogo, 17,39 (2019), 18,01 (2020), dan 18,38% di tahun 2021.

Begitu pula indeks angka keparahan merambat dari 0,5 (2019) 0,63 (2020) menjadi 0,76 (2021).

Hal itu berbalik berada di urutan pertama menyalip Kabupaten Kulonprogo. Tahun 2021 keparahan Kulonprogo 0,75 %, GunungkIdul 0,76%.

Sementara itu indeks kedalaman kemiskinan Gunungkidul berada di bawah Kulonprogo. Angka 2019 2,58, 2020 2,68 dan 2021 2,98%.

BPS merekam, bahwa jumlah penduduk miskin Gunungkidul tertinggi kedua setelah Kabupaten Bantul.

Tahun 2019 Bantul 131,15 ribu Gunungkidul 123,08 ribu. Tahun 2020 Bantul 138,66 ribu, Gunungkidul 127,61 ribu. Tahun 2021 Bantul 146,98 ribu, untuk GunungkIdul 135,33 ribu orang.

Terhadap tahun 2020, warga miskin Gunungkidul tidak berkurang melainkan bertambah. BPS tidak menyebut penyebab kenaikan itu.

Setahun pemerintahan Bupati Sunaryanta – Heri Susanto tonggaknya ada di tanggal 26 Februari 2022. Berdasarkan data BPS, pemimpin anyar itu sulit menekan angka kemiskinan sesuai target. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.