Cara Mengatasi Kemiskinan, Bunuh Diri Serta Memutus Rantai Covid-19

1478

WONOSARI-RABU PAHING | Secara administratif Kabupaten Gunungkidul terbagi menjadi 144 desa 1.431 padukuhan dan 1.525 RW. Slamet S.Pd.MM mengambil rata-rata setiap RW itu terdiri dari 4 atau 5 RT, maka jumlah RT se Kabupaten Gunungkidul paling tidak sebanyak 6.844 unit.

Menurut Slamet, format pemerintahan Gunungkidul telah terpetakan cukup rapi dan sistemik. Untuk itu penerapan pembangunan tinggal mengikuti pola yang tersedia.

“Kue APBD, sasarannya patut diarahkan pada pertumbuhan ekonomi menyasar ujung tombak mesin pertumbuhan berbasis 6.844 RT,” ujar mantan politisi Golkar yang eksodus ke Gerindra, 21-4-2021.

Dirampungkan dalam kurun waktu setahun tentu tidak mungkin, tetapi, kata Slamet, bisa diprogram selama 4 tahun.

“Pemda Gunungkidul bisa menduplikasi kegiatan 30 lansia yang bergabung di dalam Rumah Zakat seperti yang terjadi di Padukuhan Jetis Kulon, Desa Pacarejo, Semanu,” ujar Slamet.

Menurut Slamet doping dana setiap RT untuk keperluan budidaya sayur dan ayam kampung sebesar Rp 5 juta adalah lebih dari cukup.

“Nilai manfaatnya bermata ganda, pertama menurunkan angka kemiskinan, kedua menekan angka bunuh diri. Alasannya jelas, warga RT ada kesibukan positif dan prospektif,” tandasnya.

RT sejumlah 6.844 dibagi 4, setiap tahun Pemda cukup menganggarkan 1.711 RT x Rp 5 juta ketemu Rp 8.555.000.000,00. APBD selama 4 tahun hanya butuh dana Rp 34,22 milyar rupiah.

Atau, dana untuk mengatasi Covid-19 tahun 2020 yang besarnya Rp 31 milyar, ditambah tahun dana 2021, cukup untuk menyelesaikan dua atau tiga persoalan sekaligus.

“Kemiskinan turun, angka bunuh diri turun, penyebaran virus turun, karena warga RT sebagian tidak merasa perlu pergi ke mana-mana mencari nafkah,” simpul Slamet. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.