OPINI

CARUT-MARUT PENATAAN TANAH SG

WONOSARI, Sabtu Wage – Sulit dibedakan antara Pemda DIY dengan Kraton Yogyakarta. Hal ini terlihat pada proses pendataan tanah SG. Yang menata dan memetakan tanah SG jelas aparat Pemda. Tetapi endingnya,  yang  mengaku atau yang mempunyai kepentingan terhadap tanah SG adalah Kraton Yogyakarta. Susah dihindari kesan, Kraton memperalat Pemda. Sementara siapa yang memiliki hak atas tanah SG, di internal Kraton Yogyakarta masih ricuh.

Raden Mas (RM) Triyanto Prastowo Sumarsono, ahli waris turun-temurun Sultan Hamengku Buwono ke VII menyatakan, selama ini ada salah tafsir berkenaan dengan asal usul tanah Sultan Ground (SG). Melalui Jawa Pos 5 Oktober 2015, dia memberitahukan sekaligus meluruskan agar diketahui masyarakat, Pemda DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Tanah SG adalah tanah yang bukan Hak Milik Penduduk dan bukan Hak Milik Pemerintah/ Negara,” kata RM Triyanto Prastowo Sumarsono.

Lebih lanjut dia memaparkan, Hak Asal Usul Tanah SG dengan Hak Eigendom (Hak Milik), di wilayah Kasultanan Kraton Yogyakarta termuat dalam Peta lama dan Buku induk Administrasi Desa. Keberadaannya dulu dititipkan di Kelurahan-Kelurahan atau di Pemerintahan Desa.

Secara rinci disebutkan, jenis Tanah SG ada 10  meliputi antara lain :

(1). Tanah AB (Afkhiring Bosh), tanah ini dipergunakan  untuk tanaman keras dan tumpang sari;

(2). Tanah HB (Housing Bosh), tanah untuk perumahan;

(3). Tanah OO (Oro-Oro), semak belukar, padang Ilalang dan hutan;

(4). Tanah Wedi Kenser, tanah bantaran tepi sungai;

(5). Tanah RVO OPSTAL (Hak Guna Bangunan);

(6). RVE ERFAK (Hak Pakai), untuk perumahan karyawan pabrik / perusahaan dan gudang-gudang;

(7). Tanah OG (Onderneming Ground),  tanah pertanian, perkebunan, kehutanan untuk tembakau, tebu dan panili;

(8) Tlogo / Telaga,  Pangonan / Resan, Tanah Lapangan untuk penggembalaan ternak;

(9). Tanah Gisik-Gisik / Pasir di sepanjang tepi pantai,

(10). NIS  (Nerderland Indische Spoorweg), tanah SS  (Stasiun Spoorweg) / Tanah yang dipakai untuk jalan Kereta Api Belanda, sekarang digunakan PT. KAI Persero / Perusahaan Kereta Api Indonesia (Persero).

Atas nama Ahli Waris Turun Temurun Sultan Hamengku Buwono VII, di wilayah daerah Kasultanan Kraton Yogyakarta,  RM. Triyanto Prastowo Sumarsono menjelaskan, hak milik atas Tanah SG bukan wewenang Pemerintah Daerah atau pun negara.

“Tanah SG yang selama ini diaku seolah-olah menjadi Hak milik Pemerintah maupun Negara adalah salah atau keliru,”  ujar RM Triyanto Prastowo Sumarsono.

Secara yuridis dia menjelaskan, hal itu bertentangan dengan penjelasan Pasal 45 Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960.

Menurutnya,   dalam pasal 45  diterangkan, Negara tidak dapat menyewakan tanah, karena Negara bukan, pemilik tanah.

Melalui aparat Pemerintah Desa, Pemda DIY saat ini melakukan pematokan tanah SG secara besar-besaran. Sosialisasi yang disebarluaskan adalah bahwa tanah SG bukan hak milik turun temurun. Tanah SG adalah tanah lembaga atau Kraton Yogyakarta.

Nah, rakyat bertanya-tanya mana yang benar: tanah Kraton, apa tanah hak milik turun-temurun?

 

Bambang Wahyu Widayadi

Tulisan di atas adalah opini. Oleh sebab itu penanggungjawab isi keseluruhan bukan pada Redaksi, melainkan pada penulis.

infogunungkidul

Recent Posts

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

20 jam ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

5 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

1 minggu ago