Droping air dapat diwujudkan dalam bentuk lain yang bernilai investasi jangka panjang, seperti pengumpulan dana untuk pengeboran, pencarian sumber air tanah atau untuk menaikkan air ke permukaan tanah.
Pengeboran air khususnya air dalam tentu wajib melibatkan ahli agar tidak mengakibatkan sumber2 air justru hilang atau menyusut. Ratusan juta rupiah untuk kegiatan droping air tidak akan memecahkan masalah dan hanya akan menjadi kegiatan yang bersifat rutin, berulang di setiap musim kemarau.
Oleh karena itu kita jangan lagi berbuat yang biasa-biasa saja. Kita harus berani berbuat yang luar biasa, keluar dari kemapanan (out of the box) agar mendapatkan hasil dan manfaat yang luar biasa.
Kita maksimalkan upaya penggalangan dana dari kalangan pengusaha (CSR). Mari bergerak maju bersama untuk keluar dari masalah. Pemangku kepentingan harus mencari alternatip, berfikir kreatip – inovatip – berani keluar dari rutinitas/zona nyaman. InsyaAllah Tuhan YME meridhoi kita semua.
Bambang Khrisnadi, Anggota DPRD DIY
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…