Droping air dapat diwujudkan dalam bentuk lain yang bernilai investasi jangka panjang, seperti pengumpulan dana untuk pengeboran, pencarian sumber air tanah atau untuk menaikkan air ke permukaan tanah.
Pengeboran air khususnya air dalam tentu wajib melibatkan ahli agar tidak mengakibatkan sumber2 air justru hilang atau menyusut. Ratusan juta rupiah untuk kegiatan droping air tidak akan memecahkan masalah dan hanya akan menjadi kegiatan yang bersifat rutin, berulang di setiap musim kemarau.
Oleh karena itu kita jangan lagi berbuat yang biasa-biasa saja. Kita harus berani berbuat yang luar biasa, keluar dari kemapanan (out of the box) agar mendapatkan hasil dan manfaat yang luar biasa.
Kita maksimalkan upaya penggalangan dana dari kalangan pengusaha (CSR). Mari bergerak maju bersama untuk keluar dari masalah. Pemangku kepentingan harus mencari alternatip, berfikir kreatip – inovatip – berani keluar dari rutinitas/zona nyaman. InsyaAllah Tuhan YME meridhoi kita semua.
Bambang Khrisnadi, Anggota DPRD DIY
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…
GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…