Droping air dapat diwujudkan dalam bentuk lain yang bernilai investasi jangka panjang, seperti pengumpulan dana untuk pengeboran, pencarian sumber air tanah atau untuk menaikkan air ke permukaan tanah.
Pengeboran air khususnya air dalam tentu wajib melibatkan ahli agar tidak mengakibatkan sumber2 air justru hilang atau menyusut. Ratusan juta rupiah untuk kegiatan droping air tidak akan memecahkan masalah dan hanya akan menjadi kegiatan yang bersifat rutin, berulang di setiap musim kemarau.
Oleh karena itu kita jangan lagi berbuat yang biasa-biasa saja. Kita harus berani berbuat yang luar biasa, keluar dari kemapanan (out of the box) agar mendapatkan hasil dan manfaat yang luar biasa.
Kita maksimalkan upaya penggalangan dana dari kalangan pengusaha (CSR). Mari bergerak maju bersama untuk keluar dari masalah. Pemangku kepentingan harus mencari alternatip, berfikir kreatip – inovatip – berani keluar dari rutinitas/zona nyaman. InsyaAllah Tuhan YME meridhoi kita semua.
Bambang Khrisnadi, Anggota DPRD DIY
GUNUNGKIDUL – RABU PON, Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan…
YOGYAKARTA - RABU PON, Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Jalan Kerto Muja Muju,…
YOGYAKARTA-RABU PON, Pengamanan Kirab Budaya peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri…
SEMANU - SELASA PAHING, Rasa frustasi seolah menyelimuti Bumi Handayani. Belum kering tangis keluarga pelaku…
GUNUNGKIDUL – SENIN LEGI, Warga Sumberjo, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar mendadak gempar, Senin (30/03/2026) siang.…
YOGYAKARTA-SENIN LEGI, Kepolisian Daerah (Polda), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tercatat sebagai salah satu Polda terbaik…