WONOSARI – Selasa Kliwon | PT Pertamina menerapkan kebijakan larangan membeli pertalite menggunakan jerigen dinilai sebagai akal-akalan. Pembelian pertamax, buktinya masih diperbolehkan. Sebanyak 2.862 pengecer pertalite di Gunungkidul putus rezekinya.
Larangan membeli pertalite menggunakan jerigen diakui merupakan pukulan berat bagi ribuan pengecer di Gunungkidul.
Sejumlah pihak memperkirakan pengusaha kecil (pengecer pertalite) di Gunungkidul tidak kurang dari 2.868 unit.
“Ngetungnya sederhana, 1.431 padukuhan rata-rata ada dua penjual pertalite eceran, ketemunya segitu,” ujar Harto Wibowo, pengecer pertalite yang mangkal di Km 24 Yogya-Wonosari.
“Secara halus, kami dipaksa menjual eceran jenis pertamax, yang harganya lebih mahal dibanding pertalite. Ini strategi penjualan, atau akal-akalan,” tanya Wibowo terheran-heran.
Kepala Dinperindag Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko, ketika dikonfirnasi media menyatakan, institusi yang dipimpinya belum pernah melakukan pendataan mengenai total pengecer bensin se Gunungkidul.
“Kami belum mempunyai data, mungkin itu ada di Dinas Koperasi dan UMKM,” ujar Johan Eko, (04/02/20).
Page: 1 2
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…