Categories: NASIONAL

Darmin Nasution : Membangun Koperasi Harus Dengan Kerja Keras

MAKASSAR, Jumat Kliwon – Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia mengatakan, pemerintahan Joko Widodo–Jusuf Kalla (Jokowi-JK), merupakan era pemerintahan yang fokus pada pemerataan pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. Salah satu bukti kerja nyata, Presiden Jokowi lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur, khususnya wilayah Indonesia Tengah dan Timur seperti di Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

“Pemerintah sekarang lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di daerah, tidak lagi daerah perkotaan. Dalam agenda penguatan ekonomi kerakyatan, Presiden Jokowi ikut memantau perkembangan gerakan Koperasi,” ucapnya dalam diskusi publik Kongres Koperasi ke III yang diadakan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), di Hotel Grand Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13 Juli 2017).

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur dan perekonomian, Darmin juga menyampaikan, Presiden sedang fokus menargetkan pembagian merata sebanyak 5 juta sertifikat tanah dalam rangka mewujudkan reformasi agraria secara bertahap sampai tahun 2019.

“Saya berharap, agar pelaku gerakan Koperasi yang ada ikut mengambil momen kesempatan tersebut dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Jadi mari kita kelola tanah yang nanti sudah diberikan pemerintah untuk kegiatan Koperasi, seperti dalam bentuk pertanian dan perkebunan,” katanya.

Darmin mengakui, kinerja pemerintah sampai saat ini belum maksimal. Namun pemerintah terus berupaya dan bekerja keras untuk segera merealisasikan program kerja “Nawacita”. Dia menjelaskan, saat ini Presiden Jokowi lebih fokus terjun ke lapangan untuk mendengar aspirasi masyarakat dari pada menerima laporan dari para pembantunya.

Menyikapi gerakan Koperasi, Darmin juga mengatakan, pemerintah sudah memahami berbagai macam kendala yang terjadi selama ini. Untuk itulah, saat ini Presiden Jokowi memutuskan instansi yang terkait untuk membantu gerakan Koperasi agar bisa maju dan mandiri.

Salah satunya, dana APBN sebesar 20 persen selama ini masih berkutat untuk program pendidikan yang formal. Dia sedang mengupayakan agar nantinya pemerintah bisa merealisasikan sebagian dana tersebut untuk pendidikan gerakan Koperasi di seluruh Indonesia dalam bentuk pelatihan. Bentuk pelatihan tersebut untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) seluruh pengurus dan anggota Koperasi.

Darmin menekankan, di era tantangan global saat ini, Gerakan Koperasi juga harus bisa menjawab tantangan dan menciptakan gagasan-gagasan ekonomi kerakyatan.

Menurut Darmin, gerakan Koperasi harus bisa mandiri sesuai semangat roh perjuangannya. Koperasi tidak bisa menjadi Soko Guru Ekonomi, kalau dikerjakan hanya dengan teori, tapi harus dengan kerja keras. (AH/Agus/SPB)

infogunungkidul

Recent Posts

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

24 jam ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

1 hari ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

1 hari ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

1 hari ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

5 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

6 hari ago