Darurat Corona, Pemdes Kedungpoh Tutup Akses Desa

449

Nglipar – Selasa legi| Tanggap darurat bencana corona, Pemerintah Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar menutup akses seluruh pintu masuk dan keluar desa. Selain itu, bagi warga perantau diminta untuk tidak pulang guna menghindari penyebaran covid-19.

Dikatakan salah satu warga Desa Kedungpoh Priyanto, bahwa terdapat 10 jalan utama di 10 Dusun telah diportal oleh warga. Selanjutnya hanya disiapkan satu pintu masuk dan keluar oleh Pemerintah Desa.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pada pintu masuk, akan dijaga petugas untuk menyemprotkan cairan disinfektan.

“Penutupan akses ini menyusul banyaknya para perantau yang datang, padahal para perantau ini umumnya bekerja di daerah yang positif corona,” katanya, Sabtu (28/03/2020) lalu.

INFO HARI INI-WARGA BLOKIR JALAN MASUK DESA

Sementara itu, Kepala Desa Kedungpoh, Dwiyono menyebutkan, data yang masuk di Pemerintah Desa hingga kini terdapat 40 perantau yang datang kembali ke Desa Kedungpoh, dan kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan banyaknya warga yang mengganggur akibat virus corona ditempat perantauan.

Selain itu, Pemerintah Desa mengambil langkah tegas dengan melarang warga untuk mudik terlebih dahulu. Jika ada yang mengeyel, Pemdes akan menerapkan prosedur ekstra dengan meminta perantau menandatangani surat pernyataan untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

“Jika tidak mau maka warga diminta untuk meninggalkan Desa Kedungpoh, dan penerapan ini akan diberlakukan hingga batas yang belum ditentukan hal tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak penyebaran virus corona,” tandasnya. (hr)

INFO HARI INI-HIMBAUAN BUPATI GUNUNGKIDUL UNTUK PERANTAU




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.