PEMKAB GUNUNGKIDUL

Data Warga Miskin Masih Semrawut Bikin Pusing

WONOSARI-JUMAT PON | Warga miskin di Indonesia pada September 2020 tercatat 27,55 juta jiwa atau 9,78%. Pada akhir Maret 2021 Menteri Sosial Tri Rismaharani menemukan data ganda penerima bansos sebesar 21 juta jiwa. Carut marut data warga miskin selalu bikin pusing berbagai pihak.

Letak kekeliruannya di mana, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, S.Sn. berbicara terang-terangan soal sumber kesemrawutan tersebut.

“Penyedia data warga miskin lebih dari satu sementara alat ukur yang digunakan berbeda-beda,” ujar Heri Nugroho, di gedung dewan, 6-5-2021.

Badan Pusat Statistik punya angka, Kemensos mencari data menurut versinya sendiri. Menyusul sekarang Kemendes PDT sedang giat menggali data dengan cara SDGs.

“Mestinya data warga miskin itu cukup satu. Di pusat angka itu dikeluarkan oleh Bappenas, kalau di daerah oleh Bappeda,” tandas Heri Nugroho.

Bappenas dan Bappeda menurutnya adalah lembaga perancang pembangunan. Sebelum membuat program institusi tersebut, terang Heri Nugroho, harus punya data dan angka yang super lengkap.

Dia melihat, memang ada kemungkinan tabrakan dengan lembaga vertikal seperti BPS. Tetapi menurutnya, demi ketertiban dan keakuratan data, Bupati Sunaryanta harus berani menginstruksikan bahwa Bappeda adalah produsen segala macam data, bukan konsumen data.

“Maksimal akhir tahun 2021 data yang carut-marut di Gunungkidul harus diakhiri,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Nota Pengantar LKPJ 2020 yang dilaporkan Bupati Sunaryanta, jumlah penduduk Gunungkidul adalah 774.609. Penduduk miskin tercatat 17,07% atau 152.226 jiwa tersebar di 18 Kapanewon, 144 Desa, dan di 1.431 Padukuhan.

Dalam UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1 diamanatkan, fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

Jika Kemensos melalui Dinas Sosial Kabupaten masih mencari data warga miskin, tanpa melibatkan lembaga daerah seperti Bappeda, menurut Heri Nugroho simpang siur data tidak akan kunjung teratasi.

“Data di kemensos dan data di BPS itu ada perbedaan. Ini yang bikin pusing.m secara nasional,” tutupnya. (Bambang Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

7 jam ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

3 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

3 minggu ago