PROSESI padi gabah menjadi beras, produknya diketahui ada empat macam: mrambut (sekam), beras, menir serta dedak alias bekatul. Soal ini para petani tahu persis.
Yang belum banyak diketahui adalah fungsi dedak/bekatul. Kulit beras bernama dedak sangat bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung serat yang tinggi.
Tahun 1945-1960-an, warga Gunungkidul banyak yang menderita busung lapar atau beri-beri. Sebutan lainnya honger odema (HO) karena kekurangan protein kronis yang disebabkan beberapa hal, antara lain tidak cukup mendapat makanan bergizi.
Pemerintah lewat polik klinik kala itu menganjurkan penderita busung lapar mengkonsumsi jenang katul.
Dedak yang saat ini hanya untuk pakan hewan menurut dr. Zaidul Akbar dalam bukunya JSR memiliki manfaat 1. membuang sisa-sisa makanan dari usus dan menstimulasi pengeluaran fases, 2. Membantu menyerap unsur gizi, serta 3. Membantu menurunkan kadar gula darah. Dikutip dari JSR halaman 43, 15-12-2021.
Tentang biji padi di dalam Al-Qur’an disebutkan, “Sungguh Allah yang menumbuhkan butir padi padian dan biji kurma. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah kekuasaan Allah maka mengapa kamu masih berpaling, (tidak percaya),” Al-An-am 95.
Pengobatan menggunakan kulit biji-bijian sejak zaman Rasulullah SAW telah diajarkan di kalangan keluarga maupun para sahabat.
HR Ibnu Majah meriwayatkan, jika keluarga Rasulullah SAW terkena demam, beliau memerintahkan agar mereka dibuatkan sup kulit gandum (barley).
Dedak barley dituturkan mengandung asam amino tinggi berfungsi sebagai makanan alami yang menginduksi tidur. Triptofan berperan dalam proses biosintesis serotonin. Dia mengatur salah satu neurotransmitter, mengatur siklus bangun dan tidur. Kekurangan kadar serotonin dalam darah akan menyebabkan insomania dan gangguan tidur.
Rasulullah SAW memerintahkan agar tidak memisahkan dedak dari makanannya. Selama 20 tahun kerasulannya beliau tidak hanya makan barley yang bercampur dedak tetapi juga menjadikan sebagai obat, hingga beliau wafat. Demikian diriwayatkan Aisah putri Rasulullah. (Red)






