Demam Berdarah Renggut Nyawa Warga Gunungkidul

1875

WONOSARI-RABU KLIWON | Kasus Demam Berdarah di Gunungkidul merenggut nyawa Davitha Nizza Nur Azizah (10) warga Padukuhan Gari RT 6 RW 12, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Ironisnya, siswa kelas 3 SD Muhammadiyah Piyaman ini meninggal saat menunggu hasil tes Laboratorium dari Puskesmas II Wonosari.

Kamituwo Gari Budi Antoro menyampaikan, almarhum mulai mengeluhkan sakit pada Sabtu (25/02/2024) malam. Selanjutnya pada sabtu pagi diperiksakan ke salah satu tenaga medis terdekat.

“Sabtu pagi dibawa ke bu Yuli, kemudian disarankan untuk dibawa ke Puskesmas Wonosari II,” ujar Budi.

Pada saat dibawa ke Puskesmas Wonosari II, Budi berujar, anak pertama dari pasangan Gatot Murdiyanto dan Rubinem tersebut masih dalam kondisi baik-baik saja, belum menunjukkan adanya cairan di paru-paru maupun perut kembung dan tanda-tanda DB yang lain.

Namun karena pada saat itu petugas Labnya Puskesmas sedang ada panggilan dari dinas sehingga di hari tersebut tidak ada pemeriksaan Lab.

“Informasi dari Kepala Puskesmas bahwa Lab DB tidak harus menunggu tiga hari, tapi satu hari jadi, kabar yang berkembang harus nunggu tiga hari itu hanya isu saja,” ujarnya.

Lebih lanjut Kamituwo Gari menyampaikan, pihak Puskesmas kemudian menyarankan untuk segera melakukan tes Laboratorium di Devara, Jeruk, Wonosari.

Namun demikian, usai mendapat hasil Lab dari Devara, tidak dibawa kembali ke Puskesmas tapi pasien langsung dibawa ke Rumah Sakit Bethesda Selang.

“Selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jogjakarta dan akhirnya meninggal pada pukul 18.30 WIB,” pungkasnya.

(A.YL)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.