NGLIPAR, Jum’at Pahing— Kelompok Jathilan Turonggo Jati (TJ) asal Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar bermodalkkan alat bendhe penyok-penyok maju tingkat propinsi setelah menjuarai di tingkat kabupaten beberapa saat lalu.
“Tanggalkan baju Nglipar, ganti baju Gunungkidul, karena nama Gunungkidul berada dipundak kalian,” kata Drs. Ristu Raharjo, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, ketika menghadiri gladi bersih Kamis malam, 11/5/17.
Ristu berharap penampilan TJ di tingkat propinsi bisa lebih menarik, supaya dewan juri tergoda untuk memberi poin tingi.
“Paling tidak bisa memenuhi target. Juara III tidak memalukan, syukur bisa juara satu,” kata Ristu memotivasi.
Dijelaskan, kompetisi jathilan ini dibiayai Dana Keistimewaan (Danais). Besaran biaya bervariasi, tergatung jumlah personil.
“Untuk tingkat kabupaten tiap orang disediakan honorarium Rp.250 ribu potong pajak. Di tingkat propinsi Rp. 400 ribu, perorang potong pajak,” papar Ristu.
Eko Rustanto, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul yang hadir pada saat gladi bersih mengatakan, danais tidak pernah dibicarakan di dewan.
“Saya yakin, penggunaanya akan lebih hati-hati,” ucapnya.
Anggota Komisi C yang gemar seni budaya ini secara pribadi berjanji akan membeli kambing untuk syukuran, sepanjang Jathilan Turonggo Jati juara di tingkat propinsi.
Camat Nglipar, Witanto, memberi semanganil TJ tidak demam panggung.
“Jangan sampai mental kalian jatuh saat berada di atas panggung,” suportnya.
JT pimpinan Muryanto, S.Sos ini akan berlaga di Waduk Sermo, Kulonprogo, Minggu, 14/5/17. W. Joko Narendro













