JAKARTA, SABTU WAGE – Pendukung Presiden Joko Widodo mulai mengkritisi pembantunya yang dinilai tidak sejalan dengan program Nawacita yang selama ini menjadi andalan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Sebagai loyalis Jokowi yang kritis melihat permasalahan kedaulatan pangan ada pada eksekutor yang kurang tepat. Saat ini, masih banyak pembantu-pembantu Presiden bermental rent seeking alias bermental calo.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, diduga mempunyai peran tersebut.
“Kami menduga dua menteri itu bermental rent seeking dan harus dikaji posisinya,” kata Aznil, Ketua umum Merdeka 100% (DERAP) didampingi Jubir DERAP 100% Amos Hutauruk di kawasan Bendungan Hililr (Benhil), Jakarta Pusat, Jum’at (14/04/).
Aznil menambahkan, momentum menjelang bulan puasa dan lebaran banyak pembantu Presiden yang diduga memainkan rent seeking tersebut.
“Kami merekomendasikan agar Pakdhe Jokowi membasmi praktek rent seeking dan jangan mudah percaya dengan data yang diberikan oleh pembantunya tersebut,” ujarnya.
Aktivis mahasiswa 98 ini menilai, elite dilingkaran pemerintah akan mudah menggunakan peranannya disaat musim jelang puasa dan lebaran.
“Para elite secara sistematis menggunakan pengaruhnya untuk memengaruhi setiap pengambilan keputusan dan perencanaan anggaran. Makanya, kami minta agar Presiden Jokowi lebih berhati-hati,” pungkasnya. (tan/har)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…