LAMPUNG, SABTU WAGE -Wawan Sumarwan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) provinsi Lampung menyayangkan atas pernyataan Direktur Lembaga Survei Rakata Institut Eko Kuswanto dalam sebuah obrolan di media sosial (Facebook).
Dalam obrolan di Facebook Eko Kuswanto menyebutkan, hanya ada 7 media yang efektif dan berintegritas. Sementara wartawan di luar 7 media tersebut tidak berintegritas lantaran kalau diundang liputan menanyakan amplop.
“Peryataan itu jelas telah melukai hati wartawan sebagai pekerja mencari dan menyebarkan berita,” kata Wawan Sumarwan Sabtu (14/04).
Ia menegaskan, wartawan dalam mencari berita itu selalu berpedoman pada UU Pers, tidak boleh meminta minta amplop kepada narasumber.
Terkesan bahwa, lanjutnya, dalam pemikiran Direktur Rakata Institut para wartawan di Lampung ini berorientasi mencari amplop bukan mencari berita. Sebab wartawan itu profesi bukan praktisi. Dengan melakukan pembatasan peliputan, Rakata Institut telah melakukan pelanggaran dan mengancam kemerdekaan pers.
Menurut Sumarwan, Harusnya Direktur Rakata Institut tidak perlu mengungkapkan bahwa wartawan setiap diundang liputan nanya amplop, apalagi tanpa menggunakan kata oknum.
“Artinya, semua wartawan yang bertugas di Lampung ini terindikasi dimata Direktur Rakata Institut kelakuannya sama, terkesan memeras atau wartawan amplop,” ujarnya.
Dia menganggap, hal itu bisa menimbulkan ketersinggungan rekan rekan wartawan yang lain. Terlebih rilis yang dipublikasi itu terkait konsumsi publik.
“Perlu dicatat rekan-rekan wartawan, selama bertugas selalu menjalin kemitraan yang positif. Dan ini harus dipahami, sebagai lembaga survei,” tandasnya.
Dan Rakata mestinya menjalin kemitraan yang positif dengan wartawan dan media dalam menginformasikan kepada masyarakat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi.
“Dengan mengatakan 7 media yang efektif. Dan itu artinya keberadaan media media yang ada di Lampung tidak efektif, tidak berintegritas dan ini sangat di sayangkan,” sesalnya.
Dengan sangat menyesal ia menyampaikan, bawa dengan pernyataan itu jelas terkesan telah menyudutkan rekan-rekan media. Ia mengkhawatirkan bisa saja berimbas pada pemberitaan yang dilakukan rekan-rekan pers. Wartawan akan selalu mencari sisi kelemahan untuk dijadikan issue dan topik dalam setiap pemberitaan, dan akan berimbas soal opini yang muncul sisi negatifnya. Untuk itu, Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung mendesak:
1, Direktur Rakata Institut untuk mencabut pernytaan nya bahwa wartawan di luar 7 media itu berorientasi amplop.
(tan/har)
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…