PEMKAB GUNUNGKIDUL

Dewi Irawaty Optimis Vaksinasi COVID-19 Tahap Pertama Selesai Februari

WONOSARI-KAMIS WAGE | Bertempat di RSUD Wonosari, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melakukan Vaksinasi COVID-19 tahap pertama pada Kamis, (28/01/2021) ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan, bahwa vaksinasi tahap pertama secara serentak akan dimulai pada Jumat, (29/01/2021) besok.

Seluruh faskes, menurutnya akan memulai vaksinasi di wilayahnya masing-masing.

“Kita targetkan vaksinasi tahap pertama akan selesai seluruhnya sekitar 24 Februari 2021 mendatang,” katanya di Aula Yudhistira RSUD Wonosari.

Dewi menambahkan, target penerima tahap pertama adalah 3.004 tenaga kesehatan (nakes). Target tersebut termasuk menyelesaikan dua dosis suntikan vaksin yang berselang 14 hari kemudia.

Sasaran penerima vaksin setelah nakes selanjutnya petugas pelayanan publik, masyarakat rentan, serta masyarakat yang dekat dengan kluster. Tiap kelompok akan mendapat giliran vaksin secara berurutan.

“Kami harapkan di 2021 ini semua tahapan vaksinasi selesai, agar imunitas kelompok tercapai,” ujar Dewi.

Pada tahap pertama ini, Dinkes Gunungkidul menerima sebanyak 5.544 dosis vaksin COVID-19 jenis Sinovac. Logistik vaksin sendiri tiba sejak 26 Januari lalu. Sehari setelahnya, proses distribusi langsung dilakukan.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan vaksin dikirimkan ke 30 Puskesmas, 7 Rumah Sakit, dan 2 Klinik.

“Tiap tempat sudah memiliki petugas pemberi vaksin, lemari penyimpanan khusus pun sudah disediakan,” katanya.

Secara simbolis, hari ini vaksin diberikan pada 10 figur publik dan 13 perwakilan dari berbagai organisasi kesehatan di Gunungkidul. Mereka dianggap memenuhi syarat menerima vaksin sesuai hasil uji klinis, yaitu memiliki umur antara 18-59 tahun.

Kendati begitu, pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan sesaat sebelum mereka menerima vaksin. Sebab harus dipastikan tubuh dalam kondisi baik dan stabil.

“Sesuai uji klinis vaksin ini tidak diperkenankan bagi hipertensi, komorbid (ada penyakit penyerta), ibu hamil, serta belum pernah terinfeksi COVID-19,” jelas Abdul. (Heri)

infogunungkidul

Recent Posts

Pria asal Semanu Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN - KAMIS LEGI, SEORANG pria tewas akibat tertemper kereta api di jalur KA KM…

1 hari ago

Polda DIY Larang Seluruh Personel Gunakan Vape

YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…

4 hari ago

Truk Hino Terguling di Tikungan Bokong Semar, Sopir Luka Memar

BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…

5 hari ago

Kapolresta Sleman Bantah Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu dalam Bazar di Maguwoharjo

SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…

7 hari ago

Ribuan Mahasiswa UGM Wisuda Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…

7 hari ago

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

1 minggu ago