Reka baru atau inovasi, dapat diartikan sebagai proses pengembangan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman, untuk memperbaiki produk lawas agar memberikan nilai yang berarti.
Pertanian Budap sejatinya merupakan budaya lama, karena secara sporadis telah dilakukan warga Gunungkidul. Kali ini Pertanian Budap diangkat ke permukaan untuk keperluan memecahkan problem ketersediaan pangan non beras.
Metode yang digunakan dalam memperkenalkan Pertanian Budap melalui bimbingan, penyuluhan, langsung praktek, tidak terlalu bertele-tele dan tidak memerlukan proyek besar.
Pertanian Budap bukan karya penelitian melainkan hasil pengamatan potensi sumber daya lokal, merujuk gagasan Prof. Dr. Moeljarto Tjokrowinoto, MPA. alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM tahun 1960. Dia memperkenalkan konsep Pengelolaan Sumber Daya Lokal (PSDL) dalam bukunya Pembangunan Dilema dan Tantangan (1996).
Gunungkidul memiliki potensi sumberdaya lokal cukup seperti: ratusa KK miskin, ratusan PPL, memiliki puluhan embrio Pertanian Budap di beberapa tempat.
Selain itu, tangan panjang Bupati secara strukturak ada Penewu, Lurah, juga Dukuh. Pemerintah Daerah tinggal membuat kebijakan agar semua bergerak bersama-sama melakukan gerakan Pertanian Budap secara serentak.
Dalam hal mengukur keberhasilan Pertanian Budap, Bupati tinggal memberi mandat kepada beberapa OPD pemangku kepentingan untuk rutin melakukan tilik Kalurahan sebagai pelengkap program lomba desa.
Perkakas untuk kelengkapan budidaya Pertanian Budap sangat sederhana. Yang penting pelaku Pertanian Budap memiliki rumah yang ada ruang teras untuk meletakkan pot atau polibag yang telah diisi tanah bercampur pupuk kandang.
Untuk KK yang benar- tidak memiliki tanah dan pupuk kandang bisa meminta bantuan tetangga. Dari sisi ini secara tidak langsung juga mengingatkan bahwa gotong royong itu di penting.
Menyebut soal biaya operasional sebenarnya relatif murah. Satu kilo gram polibag ukuran 3×5 seharga Rp 30.000,00 berisi rata-rata 35 lembar. Petani Budap tinggal menyiapkan biji-bijian yang mau ditanam. Dalam hal ini bisa cabai, bisa pula bawang merah, atau yang lain.
Biji-bijian itu tidak secara khusus harus beli ke depot tanaman pertanian, cukup mengumpulkan biji cabai yang sebagian dimasak dalam keseharian. Memang ada yang harus membeli di depot pertanian, seperti mentimun atau kacang panjang misalnya.
Diminta penjelasannya, Kepala Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul Rismayadi, SP. M.Si. mengatakan, bagi warga dan kelompok tani baru atau pemula, jika kesulitan teknis budidaya Budap dalam pot atau polibag, lewat Lurah setempat bisa menyurati tenaga penyuluh lapangan pertanian (PLP) yang ada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang tersebar di 18 Kapanewon. Jumlah PLP lebih dari cukup karena Tahun 2022 tersedia 120 tenaga.
Yang dimaksud Rancang Bangun dalam pertanian Budap adalah penggambaran perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan beberapa elemen yang terpisah menjadi suatu kesatuan yang utuh sehingga secara teknis berfungsi sebagai petunjuk operasional bagi pelaku atau pelaksana lapangan.
Secara implisit (tidak langsung) rancang bangun sudah diuraikan dalam Jenis Inovasi hingga Langkah Kerja. Oleh sebab itu tidak perlu dijabarkan lagi.
Tinggal satu hal yaitu soal perubahan yang dilakukan, bahwa Pertanian Budap adalah budaya lama yang diangkat ke permukaan karena untuk memacu pertumbuhan ekonomi di kalangan warga Gunungkidul yang sering menjadi korban permainan harga komoditas cabai dan bawang merah.
Artinya Pertanian Budap merupakan alat pengungkit kesadaran massa, bahwa individu atau kelompok mampu menolong diri sendiri, bahkan bahkan menolong pihak lain, termasuk menolong negara.
Tetapi semua itu tergantung Pemda baik Eksekutif maupun Legeslatif, mau atau tidak melakukan gerakan massal Pertanian Budap yang ongkosnya sangat murah sementara hasilnya benar-benar meriah dan bermanfaat.
(Bersambung, Bambang Wahyu Widayadi)
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…