GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE | Kios Pasar Trowono yang dibangun oleh Pemerintah Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, menggunakan Dana Desa (DD) dengan jumlah anggaran mencapai ratusan juta rupiah, diduga gagal perencanaan. Setelah ambyar untuk usaha BUMKal, kini kondisi kios tersebut kumuh tak terawat.
Terkait hal itu, dijelaskan Carik Karangasem, Muryani, keberadaan kios di area Pasar Trowono merupakan aset milik Pemerintah Kalurahan Karangasem dan bukan barang hibah untuk BUMKal.
Diketahui pada sekitar tahun 2019-2021 bangunan kios, dikelola BUMKal untuk membuka usaha mini swalayan dengan harapan toko dapat berkembang sehingga mendatangkan income bagi BUMKal maupun kalurahan.
Guna menjalankan rencana usaha tersebut, Pemkal Karangasem menggelontorkan dana penyertaan modal sebesar Rp 40.000.000 (empat puluh juta rupiah).
Nominal tersebut selanjutnya dipergunakan untuk belanja komputer, etalase dan perangkat lain senilai kurang lebih tiga puluh lima juta lebih, dan sisanya yakni sebesar empat juta lebih digunakan untuk belanja modal dagangan.
Ironisnya dalam kurun waktu satu tahun, unit usaha toko tersebut hanya menghasilkan uang bagi hasil sebesar Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah). Hal tersebut dikarenakan biaya operasional membengkak sehingga usaha lebih sering minus.
“Kan kalau BUMKal itu bisa, modal yang diberikan kalurahan itu walaupun habis untuk operasional boleh tidak masalah, tetapi apa iya akan begitu,” ungkap Muryani kepada awak media di ruang kerjanya.
Dengan kondisi demikian, di jelaskan Muryani, unit usaha toko BUMKal terpakasa dihentikan dan saat ini tata kelola kios disewakan kepada pihak ketiga.
Dengan tutupnya usaha toko, maka sisa barang dagangan saat ini telah dijual, sementara sebagian besar mengalami expired.
“Untuk perangkat keras seperti komputer, etalase dan lainya itu sewanya ke BUMKal tetapi kalau kios sewanya ke Pemkal,” ujar Muryani.
Terkait hal itu, warga Kalurahan Karangasem menantikan pelaporan real penggunaan dana BUMKal dari tahun berdiri hingga tutup usaha demi transparansi dan kejelasan informasi public, mengingat keberadaan BUMKal merupakan unit usaha yang secara mudah mendapat gelontoran dana penyertaan modal bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Penulis: Agus SW
Editor: HRD
Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/002
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…