PERISTIWA

Diduga Mengandung Kapurit Diambang Batas Normal, Pelayanan Air PDAM Tirta Handayani Dikeluhkan

WONOSARI-SENIN PON | Diduga mengandung kapurit diambang batas normal pelayanan air minum PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul kembali dikeluhkan warga. Buruknya pelayanan air PDAM Tirta Handayani, Kabupaten Gunungkidul kali ini dikeluhkan oleh sejumlah warga di Padukuhan Walikan, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari.

Warga merasa khawatir hal tersebut akan berdampak pada kesehatan. Selain itu, sejumlah ikan di kolam milik warga mati setelah diisi menggunakan air PDAM.

Kar (50) warga setempat menyampaikan, buruknya kualitas air PDAM sudah berlansung sejak tiga Minggu lalu.

Warna air, menurut Kar, terlihat putih keruh disertai bau kapurit, dengan kualitas air yang sangat tidak layak konsumsi didistribusikan kepada masyarakat.

Jelas hal tersebut, Kar berujar, sangat merugikan warga. Selain itu, warga juga merasa khawatir akibat dari dampak air PDAM apabila digunakan untuk keperluan minum dan memasak sehari-hari.

“Ikan dalam kolam saja mati mendadak saat kita isi air PDAM, bagaimana dengan tubuh kita ini. Apakah ini tidak berbahaya untuk kesehatan?,” ungkap Kar, Sabtu (09/07).

Lebih lanjut Kar menjelaskn, kejadian seperti ini belum pernah dialami. Selama ini keluhan warga terjadi saat  pasokan air kurang lancer, dan sering mati.

“Airnya saat ini lancar tapi buruk kualitasnya,” tegas Kar.

Atas kejadian tersebut Kar berharap, pihak PDAM Tirta Handayani melakukan evaluasi segera agar tidak berdampak terhadap kesehatan masyarakat secara luas.

Senada dengan Kar, Subur yang juga warga Walikan, Kalurahan Pulutan mengatakan, aliran air dari PDAM terlihat seperti air sabun.

“Semua warga yang pasang PAM rata-rata sama keluhannya, kualitas air PDAM tidak layak,” ungkap Subur.

Selama ini, diungkapkan Subur, bahwa ketika masyarakat telat dalam membayar selalu mendapat surat teguran dan bahkan ancaman pemutusan. Sementara dari pihak PDAM kejadian seperti ini sudah hampir sebulan kondisi air tidak ada perubahan PDAM hanya diam.

“Harapan kami, airnya kembali jernih dan dijamin kesehatannya sehingga warga tidak was-was,” terangnya.

Hasil penelusuran infogunungkidul dijumpai fakta, tidak hanya ikan dalam kolam yang mati mendadak namun beberapa warga juga mengeluh karena burung kesayangan yang selama ini dipelihara mati.

Diketahui, mayoritas warga Padukuhan Walikan telah berlangganan PDAM sehingga semua aktifitas warga termasuk memberi minum pada hewan ternak menggunakan air dari PDAM.

(Agus SW)

infogunungkidul

Recent Posts

Prof Sony Warsono Resmi jadi Guru Besar UGM

YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…

6 hari ago

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

1 minggu ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

1 minggu ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

1 minggu ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

1 minggu ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

2 minggu ago