Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan kunjungan langsung sentra industri mebeler yang berada di Desa Banyusoco.
Sementara itu Kepala Desa Banyusoco Sutiyono menyampaikan, Desa Banyusoco memiliki potensi kayu jati ataupun tanaman keras lainnya sebagai bahan mebeler.
VIDEO PILIHAN:
Sutiyono menjelaskan, rata-rata penjualan produk kayu di wilayahnya mencapai dua puluhan kubik perhari.
Sutiyono berharap dengan adanya pelatihan lahir Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam bidang finishing furniture .
“Pelatihan ini akan mendorong home industri bagi warga Desa Banyusoco. Selama ini bahan dijual mentah berupa kayu, nanti setelah pelatihan akan muncul ide kreatif dan tentu saja ketika produk yang dijual berupa barang kerajinan bernilai tinggi akan mengangkat nilai ekonomi dari produk itu sendiri. Dengan begitu, secara otomatis akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Sutiyono.
Diklat 3-In-1 Berbasis Kompetensi Finishing Furniture direncanakan akan terus berlanjut di wilayah kecamatan lain se Kabupaten Gunungkidul. (ag)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…