Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan kunjungan langsung sentra industri mebeler yang berada di Desa Banyusoco.
Sementara itu Kepala Desa Banyusoco Sutiyono menyampaikan, Desa Banyusoco memiliki potensi kayu jati ataupun tanaman keras lainnya sebagai bahan mebeler.
VIDEO PILIHAN:
Sutiyono menjelaskan, rata-rata penjualan produk kayu di wilayahnya mencapai dua puluhan kubik perhari.
Sutiyono berharap dengan adanya pelatihan lahir Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam bidang finishing furniture .
“Pelatihan ini akan mendorong home industri bagi warga Desa Banyusoco. Selama ini bahan dijual mentah berupa kayu, nanti setelah pelatihan akan muncul ide kreatif dan tentu saja ketika produk yang dijual berupa barang kerajinan bernilai tinggi akan mengangkat nilai ekonomi dari produk itu sendiri. Dengan begitu, secara otomatis akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Sutiyono.
Diklat 3-In-1 Berbasis Kompetensi Finishing Furniture direncanakan akan terus berlanjut di wilayah kecamatan lain se Kabupaten Gunungkidul. (ag)
Page: 1 2
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…