Disdikpora Usulkan Pertemuan Konsultatif Guru Dengan Pelajar

1208

WONOSARI-SENIN KLIWON | Setahun sudah pelajar menjalani aktivitas pembelajaran online dirumah. Kekhawatiran akan menurunnya nilai akademis pelajar pun menyeruak, seperti yang diutarakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul.

Plt Kepala Disdikpora Gunungkidul Eddy Praptono menyampaikan bahwa, Ujian Nasional (UN) akan diganti dengan istilah Assessment sebagai penentu penilaian.

“Assessment tersebut pengganti ujian ini akan dikoordinasikan oleh Disdikpora DIY,” katanya Senin (15/03/2021) siang.

Eddy mengatakan, pihaknya sudah melakukan uji coba ke pelajar yang akan menjalani Assessment tersebut. Namun demikian, hasilnya ternyata kurang memuaskan. Ia menengerai pembelajaran secara online (daring) jadi penyebab. Pasalnya, sistem tersebut dianggap kurang optimal dalam memberikan pemahaman materi pelajaran bagi pelajar.

“Itu sebabnya kami mengusulkan adanya pertemuan tatap muka antara guru dan pelajar, tapi sifatnya konsultatif,” jelas Eddy.

Ia menjelaskan, pertemuan konsultatif lebih bersifat pendampingan guru ke pelajar yang akan menghadapi Assessment. Terutama berkaitan dengan soal-soal yang mungkin akan diujikan. Eddy pun, memastikan wacana tersebut tak akan bertentangan dengan instruksi Gubernur soal Belajar Dari Rumah (BDR). Pasalnya pertemuan konsultatif ini akan tetap ada batasan sesuai protokol kesehatan (prokes).

“Jumlah pelajar yang datang dibatasi, tidak satu kelas penuh. Nanti pertemuan bisa dilakukan secara bergiliran,” ujarnya.

Eddy juga menyebut pembelajaran tatap muka tetap esensial diperlukan demi meningkatkan pemahaman.

“Apalagi nantinya terkait dengan prestasi pelajar dan kualitas pendidikan,” pungkasnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.