Pada kesempatan pertama, Slamet memaparkan metode kampanye Pemilu 2019. Dia menyebutkan, kampanye saat ini dilakukan dengan dua cara.
“Petama dengan cara konvensional, kedua dengan cara modern mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Slamet.
Kampanye terbuka terbatas maupun tatap muka di lapangan, menurut Slamet masih dilakukan, sementara kampanye di media sosial pun diijinkan oleh undang-undang.
Tidak berhati-hati dalam menulis (membuat konten), kata Slamet, gesekan di media sosial lebih tajam. Sangat boleh jadi, perang tulisan lebih berbahaya.
“Ini tidak boleh terjadi,” tadasnya.
BACA JUGA:
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…