Pada kesempatan pertama, Slamet memaparkan metode kampanye Pemilu 2019. Dia menyebutkan, kampanye saat ini dilakukan dengan dua cara.
“Petama dengan cara konvensional, kedua dengan cara modern mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Slamet.
Kampanye terbuka terbatas maupun tatap muka di lapangan, menurut Slamet masih dilakukan, sementara kampanye di media sosial pun diijinkan oleh undang-undang.
Tidak berhati-hati dalam menulis (membuat konten), kata Slamet, gesekan di media sosial lebih tajam. Sangat boleh jadi, perang tulisan lebih berbahaya.
“Ini tidak boleh terjadi,” tadasnya.
BACA JUGA:
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…